Cerita Anggota Polres Kutai Barat Terpanggil Memakamkan Jenazah Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 28 Apr 2020, 17:15 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 17:15 WIB
Kesunyian Pemakaman Pasien Covid-19
Perbesar
Petugas menggotong peti jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyampaikan per Rabu (15/4) jumlah pasien terkonfirmasi 5.136 dan meninggal 469 orang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Samarinda - Enam personil Polres Kutai Barat ikut terlibat menangani proses pemulasaran hingga pemakaman jenazah PDP COVID-19 yang meninggal pada Senin (27/4/2020).​​​​​​

​Bripda Arbeno anggota Sat Samapta Polres Kubar yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk membantu memakamkan jenazah tersebut.

"Pertama karena tugas mas, kami memang sudah disiapkan untuk kegiatan tersebut jauh-jauh hari dan juga rasa kepedulian kami sehingga tergerak," Kata Arbeno dihubungi dari Samarinda, Selasa (28/4/2020).

Arbeno menuturkan, bahwa dia tidak meremehkan penyakit atau virus COVID-19 tetapi rasa peduli dan pengabdian yang membuatnya berani.

"Semua orang pasti takut mas dengan penyakit, tapi memang yang namanya panggilan tugas dan rasa peduli membuat saya dan lima anggota lainnya berani," katanya dilansir Antara.

Senada dengan Bripda Arbeno, Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra S.IK M.H saat dihubungi juga menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa anggota untuk melaksanakan kegiatan pemulasaran jenazah terkait COVID-19.

"Kami memang telah menyiapkan tim khusus yang dilengkapi dengan APD lengkap, dimana tim tersebut tugasnya adalah membantu dinas kesehatan dalam proses pemakaman jenazah akibat COVID-19," ujar Kapolres

Kapolres juga mengungkapkan bahwa sebelum melaksanakan pemakaman, enam anggota Polres Kubar itu diberikan arahan dan prosedur keselamatan oleh tim dokter.

Pimpinan tertinggi Polres Kubar itu juga menegaskan bahwa apa yang tekah dilakukan oleh Polri khususnya Polres Kutai Barat merupakan suatu bentuk pengabdian dan rasa peduli kepada masyarakat, sehingga ia berharap masyarakat bisa patuh dan mengikuti anjuran pemerintah untuk bersama melawan penyebaran COVID-19.

Direktur Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar,dr. Akbar, membenarkan salah satu pasien PDP yang dirawat di Rumah Sakitnya telah meninggal dunia.

"Pasien ini datang dengan keluhan sesak napas dan mempunyai riwayat perjalanan dari Kota Bogor," jelas dr Akbar.

Berdasarkan data yang diunggah pada laman Instagram Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur wilayah Kutai Barat hingga saat ini tercatat 12 kasus positif.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓