Tradisi Ziarah Masih Ramai di Tengah Pandemi

Oleh Abdul Jalil pada 23 Apr 2020, 22:40 WIB
Diperbarui 23 Apr 2020, 22:44 WIB
Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Samarinda - Meski sudah ada himbauan untuk beribadah di rumah selama pandemi Covid-19, namun sejumlah warga di beberapa kota di Kalimantan Timur (Kaltim) masih lakukan ziarah kubur. Tempat pemakaman masih tampak ramai dikunjungi sehari jelang Ramadan.

Dari pantauan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Abul Hasan, Samarinda, warga yang ziarah tampak cukup banyak. Mulai dari pintu masuk pemakaman sudah dipadati penjual air dan bunga.

Pemandangan ini seolah tak terjadi musibah apapun. Warga yang mengaku menjalankan tradisi Ramadan seolah harus berziarah ke makam keluarga.

Akibatnya, relawan gabungan dari berbagai organisasi di Samarinda disiagakan. Penyemprotan disinfektan terus dilakukan, terutama di batu nisan yang sering disentuh.

Menurut salah satu relawan, Muhammad Risky, penyemprotan itu untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu agar peziarah merasa aman.

“Karena mau menyambut bulan puasa, dan para peziarah mulai banyak berdatangan. Sehingga kita mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan,” ujarnya Risky, Kamis (23/4/2020).

Kegiatan penyemprotan ini, tambah Risky, juga dilakukan di beberapa pemakaman yang ramai dikunjungi.

“Kita harus mengantisipasi penyebaran ini dengan menghimbau peziarah untuk jaga jarak,” tambahnya.

Suhaini, salah satu peziarah mengaku berziarah untuk mendoakan keluarga. Baginya, sudah menjadi tradisi dalam setahun berziarah sebanyak dua kali yakni Ramadan dan jelang Idul Adha.

“Berziarah untuk mendoakan nenek, kedua orang tua dan saudara. Insyallah rutin, kita sekeluarga membiasakan,” ujarnya.

Ditengah pandemi Covid-19 dan banyakanya para peziarah yang datang ke TPU ini, Suhaini tidak merasa khawatir. Karena ia bersama keluarga telah mematuhi himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona.

“Sebenarnya asal kita berpegangan dengan SOP yang sudah disosialisasikan pemerintah seperti menggunakan masker, berjaga jarak, mencuci tangan, dan pulang ke rumah langsung mandi,” tuturnya.

Suhaini juga merespon dengan senang saat melihat beberapa relawan gabungan melakukan penyemprotan disinfektan ke TPU Muslim tersebut.

Di Kota Bontang, tradisi ziarah juga cukup ramai. Salah satunya di TPU Pisangan. Deretan kendaraan menandakan peziarah cukup banyak.

Pedagang bunga untuk ziarah pun memanfaatkan momen ini untuk berjualan. Omset mereka naik sehari jelang puasa.

"Kalau saya sudah jualan di sini tiap hari, dari pagi sampai sore, cuma baru hari ini ramai. Ya mungkin karena mau dekat puasa kan," ujar salah seorang pedagang.

Tradisi jelang Ramadan di Indonesia cukup banyak. Pandemi Covid-19 membuat warga terpaksa menunda kegiatan itu.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓