Napi dan Sipir di Penjara Arab Saudi Joget Bersama Saat Idul Fitri, Videonya Viral

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 15 Jun 2019, 07:20 WIB
Ilustrasi Bendera Arab Saudi (iStockphoto via Google Images)

Liputan6.com, Jakarta Sebuah rekaman visual yang menampilkan sipir dan napi di sebuah penjara Arab Saudi yang berdansa bersama, viral di Twitter dan situs berbagi video populer serta menarik komentar dari berbagai warganet.

Peristiwa unik itu memberikan kesan tersendiri di tengah reputasi terkenal dari fasilitas penahanan kerajaan Negeri Petrodollar, demikian seperti dikutip dari the New Arab, Jumat (14/6/2019).

Rekaman menunjukkan sipir penjara Arab Saudi yang berseragam hijau menari arada tradisional dengan napi yang mengenakan seragam serupa gamis berwarna biru di sebuah penjara Saudi, pada hari pertama Idul Fitri 2019.

Video itu juga menunjukkan makanan dan karpet yang ditata untuk perayaan hari raya yang hangat di penjara Arab Saudi tersebut.

2 of 3

Simak videonya di bawah ini:

3 of 3

Menyajikan Kegembiraan bagi Para Napi

Ilustrasi bendera Arab Saudi (AFP Photo)
Ilustrasi bendera Arab Saudi (AFP Photo)

Berbagai situs web lokal di Arab Saudi mengatakan, perhelatan itu adalah bagian dari upaya Direktorat Penjara Umum Saudi untuk "membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi para tahanan."

Perhelatan juga ditujukan untuk "merehabilitasi dan mereformasi mereka, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah menyelesaikan hukuman."

Kondisi di Penjara Saudi

Nasib tahanan dan narapidana asing di Arab Saudi umumnya dianggap jauh lebih sulit ketimbang napi lokal.

Sementara tahanan politik secara efektif telah dihilangkan oleh pihak berwenang, the New Arab melaporkan.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga mengatakan bahwa penyiksaan sering terjadi di Arab Saudi, dengan "undang-undang kontra-terorisme" yang sangat luas dan tidak dapat diterima digunakan untuk meringkus pembela hak asasi manusia, jurnalis, aktivis, dan cendekiawan agama.

Aktivis hak-hak perempuan Saudi telah mengalami "penderitaan fisik yang mengerikan" di penjara, menurut Amnesty International.

Lanjutkan Membaca ↓