73 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Turki Selama Pekan Pertama Idul Fitri

Oleh Siti Khotimah pada 10 Jun 2019, 21:20 WIB
Ilustrasi Kecelakaan Mobil

Liputan6.com, Ankara - Idul Fitri identik dengan mudik dan liburan panjang di sejumlah negara dengan penduduk muslim. Mengingat momentum itu sangat penting untuk berkumpul dengan sanak saudara dan saling memberikan maaf di hari yang suci. Padatnya arus lalu lintas saat lebaran menyebabkan kecelakaan rawan terjadi, tak terkecuali di Turki.

Sejumlah 73 orang dilaporkan tewas dan 754 lain luka-luka akibat kecelakaan selama delapan hari pertama dari libur Idul Fitri. Kabar ini diwartakan oleh media yang dikelola negara Anadolu sebagaimana dikutip dari Hurriyet Daily News pada Senin (10/6/2019).

Agensi itu mengatakan jumlah tersebut termasuk data yang kecelakaan yang dimulai dari akhir hari kerja pada 31 Mei lalu hingga 4 sore pada 8 Juni 2019.

Padatnya lalu lintas di sejumlah wilayah di Turki menyebabkan banyak pelancong yang meninggalkan kota mereka untuk berlibur, telah memulai perjalanan pulang pada Jumat dan Sabtu pekan lalu tanpa menunggu akhir liburan sembilan hari.

Selama masa itu, pasukan polisi lalu lintas dikerahkan di seluruh negeri. Mereka melakukan inspeksi untuk menegakkan hukum lalu lintas.

Untuk diketahui, libur Idul Fitri di Turki dimulai pada 3 Juni lalu dan berakhir pada 7 Juni ditambah dengan dua hari akhir pekan, menjadi total sembilan hari. 

Jumlah orang yang bepergian selama liburan Idul Fitri tahun ini diperkirakan lebih dari 5 juta, menurut otoritas pariwisata.

Osman Ayik, kepala Federasi Hoteliers Turki (TÜROFED), sebelumnya mengatakan bahwa dari 5 juta orang, mayoritas diprediksi melakukan perjalanan ke kota asal mereka untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Sementara 300.000-400.000 lainnya kemungkinan akan berbondong-bondong ke pantai kota atau tempat tamasya.

2 of 2

Selama Idul Fitri Turki Raup Rp 24 Triliun dari Sektor Pariwisata

Dukungan Warga Turki untuk Tentaranya yang Perangi Kurdi di Suriah
Isikli Tosun Baba (60) melambaikan bendera saat pasukan Turki bergerak melewatinya di Oncupinar, Kilis, Turki, Minggu (28/1). Aksi itu dilakukan untuk mendukung serangan pasukan Turki ke kantung Kurdi di Afrin, Suriah. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Sementara itu, libur Idul Fitri selama sembilan hari di Turki juga disinyalir menghidupkan nilai ekonomi setempat secara signifikan.

Diperkirakan pergerakan wisatawan di Turki mencapai lima juta orang hingga selesainya periode libur Idul Fitri pada akhir pekan ini.

Dikutip dari Hurriyet Daily News, aktivitas wisata itu menciptakan perputaran uang hingga 10 miliar lira, atau setara Rp 24,3 triliun.

Dari seluruh wisatawan tersebut, mayoritas berasal dari dalam negeri, yang berpergian ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul Fitri.

Sementara sekitar 400.000 wisatawan lainnya dilaporkan berduyun-duyun pergi kota-kota pantai atau obyek wisata populer, kata Kepala Asosiasi Hotel Turki (TÜROFED), Osman Ayik.

"Perputaran uang dari aktivitas wisatawan yang memilih akomodasi di hotel-hotel mungkin mencapai 1 miliar lira. Tetapi seluruh kontribusi (keuangan) pada liburan Idul Fitri mampu menyentuh 10 miliar lira, atau bahkan lebih," jelas Ayik optimis.

Lanjutkan Membaca ↓