Pemudik dengan Bus di Lebaran Tahun Ini Naik Imbas Tiket Pesawat Mahal

Oleh Liputan6.com pada 09 Jun 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 10 Jun 2019, 13:15 WIB
Arus Balik Lebaran 2019 di Kampung Rambutan

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pengguna bus selama periode mudik Lebaran 2019 meningkat hingga 15 persen. Ini antara lain disebabkan mahalnya harga tiket pesawat. Namun, angka pasti jumlah bus serta penumpang belum dapat dipastikan sebab saat ini arus balik masih terjadi.

"Kira-kira 10 sampai 15 persen. Jadi kalau kenaikan penumpang kita yakini bahwa ini cukup banyak," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Cikampek Utama, pekan ini.

Hal tersebut merupakan dinamika baru dengan terjadi kenaikan cukup signifikan pada transportasi jalur darat. Kenaikan penggunaan bus juga diklaim dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.

"Oleh karenanya pemerintah akan secara sistematis untuk mengefektifkan penggunaan angkutan massal khususnya bus sehingga kemudahan-kemudahan kemacetan itu bisa diatasi dengan baik," ujar dia.

"Ini jadi format baru yg harus kita perhitungkan,  dinamika masyarakat terjadi," dia menambahkan.

Budi pun tak menampik ada kenaikan jumlah pemudik dengan bus lantaran tiket pesawat yang cukup mahal sehingga sebagian masyarakat memilih beralih menggunakan transportasi darat. Namun, dia menegaskan setiap tahun, jumlah pemudik dengan bus memang selalu meningkat.

"Di antaranya itu (tiket peswat tinggi) tetapi dari sejak 2 tahun lalu,  kami selalu menginisiasi bagaimana bus ini menjadi angkutan pertama," ujarnya.

Selain itu, hal lain yang menjadi pemicu drastisnya pengguna bus pada mudik kali ini adalah banyaknya inovasi yang dilakukan perusahaan dengan pemerintah.

"Suatu yang sudah kita pikirkan agar masyarakat pindah dari kendaraan pribadi atau individu ke kendaraan umum. Kita melakukan launching bus Trans Jawa. Kecenderungan masyarakat menggunakan bus sangat antusias,  pengamatan saya baik di Pulogebang maupun Kampung Rambutan," ungkapnya.

Selain itu dia berjanji akan memperbaiki terminal-terminal agar masyarakat kian tertarik menggunakan bus untuk bepergian.  

"Kami minta operator bus mengganti dengan bus yang bagus,  kami janji tahun depan akan memperbaiki terminal-terminal jadi lebih bagus," ujar dia.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Rute Jakarta-Semarang 6 Jam

Suasana Terminal Pulo Gebang H-4 Lebaran
Calon pemudik menunggu keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). Terminal Pulo Gebang melayani keberangkatan mudik tujuan Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengaku mendapat respons positif dari masyarakat terkait kelancaran arus mudik 2019.

Salah satunya adalah rute Jakarta-Semarang. Dia mengungkapkan, perjalanan mudik dari Ibu Kota menuju Semarang hanya memakan waktu 6 jam pada mudik Lebaran 2019.

"Kita juga melihat bahwa kalau kita pelajari Jakarta - Semarang, Jakarta sampai Cikampek katakanlah 1,5 jam, dari Cikampek sampai ke Semarang kira-kira 3,5 jam, jadi 5 jam, di dalam Jakarta mungkin 1 jam jadi 6 jam," kata dia saat melakukan kunjungan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019.

Dia menyatakan, hal itu menjadi kebahagiaan bagi masyarakat dan merupakan sebuah capaian yang positif.

"Ini satu lompatan yang banyak diberikan kegembiraan dari masyarakat," ujar dia.

Hal ini dikatakannya akan dijadikan cambuk bagi pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

"Oleh karenanya ini juga menjadi satu pelajaran kita untuk meningkatkan apa yang harus kita lakukan," ujar dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓