Bacaan Takbir Idul Fitri yang Benar Beserta Artinya untuk Sambut Suka Cita Lebaran

Oleh Anugerah Ayu Sendari pada 01 Jun 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 03 Jun 2019, 11:13 WIB
Ilustrasi takbiran

Liputan6.com, Jakarta Bacaan takbir Idul fitri akan mulai dikumandangkan pada malam Idul fitri. Di Indonesia, momen ini biasa disebut dengan malam takbiran. Pada malam takbiran umat Islam menggemakan bacaan takbir Idul fitri di masjid maupun jalanan.

Takbir merupakan bagian dari dzikir. Dengan melantunkan bacaan takbir Idul fitri, seseorang akan selalu ingat kebesaran Allah SWT. Bacaan takbir idul fitri mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadan. Batas berakhirnya takbir adalah setelah selesai shalat id.

Mengumandangkan bacaan takbir Idul fitri merupakan salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk menyambut Idul fitri. Bacaan takbir Idul fitri berbeda dengan takbir yang biasa dilantunkan saat salat. Berikut ulasan mengenai bacaan takbir Idul fitri yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (24/5/2019).

2 of 4

Perintah mengumandangkan takbir menjelang Idul Fitri

Malam takbiran
Sebanyak 999 beduk menyambut malam takbiran di Purwakarta, Jawa Barat. (Liputan6.com/Abramena)

Dilansir dari NU Online, anjuran pembacaan takbir saat malam lebaran dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:

"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir"

Sementara itu, anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah SAW:

"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa."

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya. Sunah ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi mengatakan:

“Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai shalat Idul Fithri. Tidak disunahkan takbir setelah shalat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunahkan.”

Disunahkan pula untuk melantunkan takbir selama menuju tempat salat. Tak perlu lantang saat melantunkannya, melantunkan dengan suara lirih atau cukup di dalam hati juga dianjurkan.

3 of 4

Bacaan takbir Idul fitri

Pembacaan takbir secara singkat dan umum diketahui masyarakat berbunyi:

اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya:

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Sementara itu ada pula bacaan takbir yang lebih panjang dan lengkap.

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahilhamd. allaahu akbar kabiiraw wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahibukrataw wa ashiilaa. laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun. laa ilaaha illallaahu wahdahu shadaqa wa'dahu wa nashara abdahu wa a'azza jundahu wa hazamalahzaaba wahdah. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya:

"Allah maha besar allah maha besar allah maha besar. tidak ada tuhan melainkan allah, dan allah maha besar, allah maha besar dan segala puji bagi allah. allah maha besar dan aku mengagungkan allah dengan besar-besar keagungan. dan segala puji bagi allah dan kami memuji allah sebanyak-banyaknya. maha suci allah pada pagi dan petang, tidak ada tuhan melainkan allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya allah, dengan ikhlas kami beragama kepadanya, walaupun orang-orang kafir membenci. tidak ada tuhan melainkan allah sendirinya, benar janjinya, dan dia menolong hambanya, dan dia mengusir musuh nabinya dengan sendirinya, tidak ada tuhan melainkan allah, allah maha besar allah maha besar dan baginya segala puji."

4 of 4

Amalan sebelum salat Idul fitri

Salat Idul Fitri
Ilustrasi/copyright PLOO Galary / Shutterstock.com

Selain melantunkan takbir, ada pula amalan yang disunahkan untuk dilakukan sebelum salat Idul fitri. Berikut adalah amalannya.

Makan sebelum salat Id

Disunahkan makan sekalipun sedikit sebelum pergi ke masjid atau sebelum melaksanakan shalat Id. Makanan yang disunahkan untuk dikonsumsi ketika itu adalah kurma sebanyak bilangan ganjil.

Mandi sebelum salat Id

Disunahkan mandi sebelum shalat Id sebagaimana kesunahan mandi sebelum shalat Jum’at, sebab pada hari itu, seluruh umat Islam berkumpul di masjid untuk beribadah. Rasulullah SAW dan para sahabatnya selalu mandi dan membersihkan diri ketika hendak pergi mendirikan Salat Idul Fitri maupun Idul Adha. Terkait waktu kesunahan mandi, para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan disunahkan mandi setelah fajar dan ada pula yang berpendapat disunahkan setelah pertengahan malam.

Memakai wewangian dan memotong rambut dan kuku

Disunahkan memotong rambut dan kuku, menghilangkan bau badan, serta memakai wangi-wangian. Usahakan pada saat shalat tubuh dalam kondisi segar dan wangi agar tidak menganggu kefokusan ibadah orang lain. Sebuah hadits riwayat Ali bin Abu Thalib menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menyuruh untuk menggunakan wangi-wangian yang paling bagus dari yang ditemui atau miliki pada hari Id.

Berjalan Kaki

Untuk menuju tempat salat Ied, dianjurkan untuk jalan kaki. Tapi, jika tempat yang dituju jauh,Anda bisa mengendarai kendaraan. Selain dianjurkan jalan kaki, dianjurkan juga melewati jalan yang tidak sama saat pergi maupun pulang dari tempat salat.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by