Ngabuburit Seru di Masjid Berbentuk Bahtera Nabi Nuh

Oleh Liputan6.com pada 18 Mei 2019, 12:00 WIB
Masjid Safinatun Najah yang berbentuk serupa dengan bahtera Nabi Nuh (Istimewa)

Liputan6.com, Semarang - Tidak hanya menjadi lokasi untuk salat, masjid berbentuk serupa dengan kapal Nabi Nuh di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Semarang, Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk menghabiskan waktu menunggu saat berbuka puasa alias ngabuburit. 

Masjid itu bernama Masjid Safinatun Najah sempat ramai jadi perbincangan warganet karena keindahan bentuknya dan lokasinya yang instagramable. Warga pun ramai berdatangan untuk berswafoto di masjid tersebut.

Konon masjid ini dibangun karena terinspirasi dari bahtera Nabi Nuh. Tak hanya mirip sebuah kapal, bangunan ini lengkap dengan jendela berbentuk bulat berjumlah 74 , buritan, haluan yang terdiri dari tiga lantai.

"Wah bagus banget ya, mirip kapal," kata Soepartini, salah seorang pengunjung yang datang kemasjid tersebutseperti dilansir Solopos beberapa waktu lalu.

Tanpa basa-basi, ia dan sanak keluarganya langsung mengambil smartphone dari dalam tas untuk mengabadikan moment bersama keluarga dengan latar belakang masjid kapal.

"Kebetulan saya berkunjung ke tempat saudara di Semarang, sekalian saja mampir ke sini karena penasaran," ucap pengunjung asal Ngawi ini.

Sekitar pukul 15.00 WIB, beberapa penjual makanan dan suvenir yang merupakan warga sekitar pun mulai berdatangan untuk mengais rezeki. Maklum saja, semakin sore atau mendekati waktu Maghrib, masjid ini  semakin ramai dikunjungi wisatawan.

"Semakin sore, nanti semakin ramai Mas. Apalagi kalau hari libur seperti saat ini," kata Rokhimin salah seorang penjaga Masjid Safinatun Najah.

Masjid berbentuk kapal terdiri dari bangunan tiga lantai, dengan panjang kurang lebih 50 m, dengan lebar 17 meter, dan tinggi 14 m serta berdiri di lahan seluas 2.500 m2. 

"Bangunan ini punya banyak fungsi, pada lantai pertama untuk ruang pertemuan dan kegiatan sosial lainnya, lantai kedua untuk masjid, dan lantai ketiga direncanakan untuk sebuah sekolah kejuruan dan balai kerja," jelas Rokhimin.

Meski sudah berdiri kokoh, masjid ini hanya menjadi jujukan ngabuburit. Tidak ada salat tawarih, dan tadarus digelar di tempat ibadah ini. Alasannya, Masjid Safinatun Najah itu terletak jauh dari perkampungan. Masjid itu ada di tengah hutan dan persawahan, juga sudah ada masjid besar di kampung sebagai pusat kegiatan ibadah Ramadan.

"Saat ini fokusnya menjadi tempat kegiatan sosial, ada pengobatan gratis setiap minggunya. Beberapa waktu lalu  juga ada fashion show busana muslim dari Magelang disini," ucapnya.

Bangunan masjid, lanjut dia, merupakan milik seorang ulama bernama Kiai Achmad. Tujuan pembangunan masjid berbentuk kapal Nabi Nuh ini tidak hanya untuk tempat ibadah, melainkan punya banyak fungsi seperti bahtera Nuh yang memiliki banyak fungsi ruangannya. "Jadi sambil mengingat sejarah, untuk kembali mengajak mengingat Tuhan, dan dibuatlah masjid ini dengan fungsi bangunan lainnya di tiga lantai," katanya.

Rokhimin menambahkan, pesan dari Kiai Achmad, masjid tersebut beserta bangunan lainnya bisa dimanfaatkan oleh warga secara gratis seperti untuk pertemuan, hajatan, dan resepsi pernikahan. “Masjid ini ada tiga lantai, lantai pertama untuk ruang pertemuan, bisa buat rapat, atau acara lain. Bahkan kata Pak Kiai, bisa untuk resepsi warga,” katanya.

Baca juga berita menarik lainnya di Solopos.com

Saksikan video pilihan berikut ini: