Hukum Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Oleh Husnul Abdi pada 11 Mei 2019, 04:30 WIB
Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)

Liputan6.com, Jakarta Niat puasa Ramadan sebulan sudah lazim dilakukan di Indonesia. Walaupun kebanyakan orang juga memiliki pendapat sebaliknya dengan niat puasa dilakukan per harinya.

Namun tidak jarang juga orang Indonesia melakukan niat puasa Ramadan sebulan langsung. Hal ini berdasarkan mazhab Malikiyyah yang menyatakan bahwa niat puasa Ramadan cukup dilakukan pada malam pertama bulan Ramadan dengan cara mengumpulkan niat puasa Ramadan sebulan penuh.

Namun biasanya tetap dianjurkan juga untuk melakukan niat berpuasa setiap harinya. Jadi niat puasa Ramadan sebulan ini dilakukan untuk menghindari dan mengantisipasi bila suatu hari terjadi kelupaan dalam melakukan niat puasa harian.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (8/5/2019) tentang niat puasa Ramadan sebulan

2 of 3

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilakukan setiap umat islam. Kewajiban berpuasa di bulan ramadan ini tentunya membuat kamu harus serius dalam menjalankannya. Bagi kamu yang mungkin sudah lupa atau untuk anak anak yang baru mulai puasa pada tahun ini, bisa melihat niat puasa ramadan sebulan penuh di bawah ini.

“Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa”

Yang artinya: “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Pentingnya niat puasa ramadan bahkan bisa membuat puasa kamu tidak sah bila tidak berniat dari dalam hati. Kamu tidak harus mengucapkannya, berniat di dalam hati saja sudah cukup. Niat merupakan doa puasa ramadan yang harus kamu lakukan sebelum besoknya melakukan ibadah puasa bila dilakukan secara harian.

Kamu bisa berniat malam ketika selesai salat Tarawih maupun ketika selesai sahur sebelum imsak. Jadi kamu wajib menghafalkan niat berpuasa supaya puasa yang kamu jalankan tidak sia sia.

Niat puasa Ramadan sebulan penuh ini tentunya akan menguntungkan kamu bila terlupa berniat per harinya. Puasa kamu tetap akan sah dan tidak akan sia sia.

3 of 3

Hukum Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

niat puasa
niat puasa (Foto: Getty Image)

Niat puasa Ramadan sebulan penuh diperbolehkan karena satu bulan penuh puasa Ramadan dihukumi satu kesatuan sehingga niat satu kali untuk satu bulan berpuasa sudah mencukupi, menurut mazhab malikiyyah. Hal ini didukung dengan waktu puasa di bulan Ramadan yang berturut turut tanpa jeda dan tanpa dicampuri dengan hal hal lain, sehingga dianggap sebagai satu kesatuan. Dengan begitu satu kali niat di awal bulan Ramadan telah mencukupi untuk sebulan penuh kamu berpuasa.

Karena itulah, mazhab malikiyyah memiliki pendapat tentang adanya dua pembagian puasa yaitu yang wajib dilakukan secara berkelanjutan tanpa ada jeda, serta jenis puasa yang tidak wajib dilaksanakan secara berkelanjutan atau ada jeda.

Puasa jenis pertama yaitu puasa yang dilakukan secara berkelanjutan bisa diambil contoh yaitu puasa Ramadan. Niat puasa Ramadan sebulan penuh boleh dilakukan karena tidak adanya jeda dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan ini. Karena itulah puasa Ramadan dihukumi dengan satu kesatuan. Sedangkan jenis puasa kedua yang merupakan jenis puasa dengan adanya jeda dan tidak berkelanjutan, tidak dihukumi satu kesatuan karena boleh dilakukan dengan memberi jeda setiap harinya.

Jadi niat puasa Ramadan sebulan penuh bisa dilakukan saat kamu menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh, namun tidak bisa dilakukan saat kamu mengganti puasa di bulan lainnya yang bukan merupakan puasa yang berkelanjutan.

Adapun Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi, salah seorang pakar fiqih mazhab Malikiyah menegaskan:

“Dan cukup niat sekali untuk puasa yang wajib dilakukan secara terus-menerus. Imam al-Lakhmi mengatakan, Adapun puasa yang wajib dilakukan terus-menerus seperti Ramadhan, dua bulan puasa dhihar, puasa denda pembunuhan, orang yang bernazar puasa pada hari tertentu, orang yang bernazar terus-menerus berpuasa yang tidak ditentukan harinya, maka niat di awal mencukupi untuk keseluruhannya.”

Selain itu “Ibnu Rusydi berkata, adapun puasa yang boleh dipisah seperti qadha Ramadhan, puasa Ramadhan saat bepergian, denda sumpah, fidyah al-adza (denda bagi orang ihram yang melanggar keharaman saat ihram), maka pendapat yang jelas dari ikhtilaf ulama bahwa bila ia bermaksud melakukan puasa tersebut secara terus-menerus, maka mencukupi baginya satu niat, hukum satu niat tersebut akan menetap meski hilang sosoknya selama tidak diputus dengan niat berbuka puasa secara sengaja. Adapun orang yang tidak berniat melakukannya secara terus-menerus, maka tidak ada ikhtilaf bahwa ia berkewajiban untuk memperbarui niat di setiap harinya” (Syekh Muhammad bin Yusuf al-Ghurnathi al-Maliki, al-Taj wa al-Iklil, juz.3, hal. 338).

Dengan memahami referensi tersebut maka kamu bisa mengerti bahwa niat puasa Ramadan sebulan penuh dapat dilakukan walaupun kamu memulai puasa di hari kedua maupun ketiga karena hal hal yang memperbolehkan kamu melakukannya. Hal ini disebabkan karena tidak ada perbedaan niat puasa Ramadan di setiap harinya, dan dalam mazhab malikiyah hukum berpuasa di bulan Ramadan menjadi satu kesatuan.

Namun, kamu harus ingat bahwa anjuran niat puasa Ramadan sebulan yang mengikuti mazhab maliki merupakan sebuah antisipasi ketika kamu lupa melalkukan niat puasa Ramadan harian. Jadi sebaiknya kamu tetap melaksanakan niat puasa rutin setiap harinya.

Lanjutkan Membaca ↓