Tidak Hanya Ibadah, Puasa Juga Baik bagi Kesehatan Mental

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2019, 00:40 WIB
Diperbarui 06 Mei 2019, 00:40 WIB
Makan sahur - buka puasa (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Tidak boleh makan dan minum bukanlah satu-satunya tantangan saat berpuasa di bulan Ramadan. Umat muslim pada saat berpuasa juga harus mengontrol emosinya, seperti marah dan bergunjing. Puasa ternyata juga memiliki dampak baik bagi kesehatan mental.

Studi menunjukkan bahwa puasa meningkatkan kesehatan mental. Puasa memiliki efek meningkatkan mood karena tubuh akan mengeluarkan hormon saat lapar untuk melindungi otak. Hormon tersebut dapat meningkatkan mood Anda. Dilansir dari Boldsky, berikut manfaat lain dari puasa untuk kesehatan mental Anda:

1. Pikiran tenang dan bahagia

Setelah seminggu berpuasa, Anda akan merasakan perubahan pada pikiran Anda. Anda akan merasa lebih tenang, damai, dan bahagia. Namun, pada waktu seminggu tersebut tubuh biasanya akan beradaptasi dengan memproduksi hormon, seperti adrenalin, dopamin dan steroid.

2. Menurunkan gejala gangguan kecemasan dan depresi

Sebuah studi menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan gejala gangguan kecemasan dan depresi setelah dijalankan selama beberapa hari. Puasa akan membuat tubuh memproduksi endorfin lebih banyak, sehingga Anda merasa lebih bahagia.

3. Meningkatkan kualitas tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa meningkatkan kualitas tidur. Seseorang yang berpuasa akan tidur lebih baik dan biasanya tidak akan terbangun di malam hari. Kualitas tidur yang baik juga dapat membantu untuk meningkatkan mood Anda.

4.Perubahan positif pada otak

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibadah selama puasa dapat mempengaruhi otak. MRI (Magnetic Resonance Imaging) and PET (Positive Emission Tomography) menunjukkan bahwa ibadah menstimulasi bagian pre-frontal cortex otak yang dapat menentukan kepribadian, ekspresi, pengambilan keputusan, fungsi kognitif, dan sebagainya.

5. Menghilangkan rasa marah dan agresi

Puasa menghilangkan rasa marah dan agresi dengan mematikan bagian amygdale otak. Bagian tersebut merupakan sumber emosi negatif yang membuat rasa marah muncul.