Seniman Sunda Meriahkan Perayaan Idul Fitri WNI di London

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 17 Jun 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2018, 09:13 WIB
Suasana perayaan Idul Fitiri 2018 di KBRI London, Inggris (15/6) (sumber: KBRI London)

Liputan6.com, London - Sekitar seribuan orang memadati tenda yang merupakan salah satu tempat pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 Hijriah. di London. Yakni di Wisma Nusantara, kediaman resmi Duta Besar RI London.

Imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat Idul Fitri pada 15 Juni 2018 tepat pada pukul 09.30 BST (British Summer Time), adalah Ustaz Faqihuddin Abdul Qodir, MA, pendiri Fahmina Institute dan juga pengajar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Demikian seperti dikutip dari rilis resmi KBRI London yang diterima Liputan6.com, Sabtu 16 Juni 2018.

Setelah pelaksanaan salat Idul Fitri, pada pukul 10.30 hingga 15.00 BST, Duta Besar RI London, Dr Rizal Sukma beserta Ibu Hanna A Satriyo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di London, Bapak Donny Hutabarat beserta Ibu Yunita Hutabarat menerima seluruh masyarakat Indonesia di Inggris dalam acara halalbihalal dan bertemu masyarakat.

Acara ini dihadiri lebih dari 1.600 masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris, baik yang beragama Islam maupun agama lain. Tampak hadir juga sejumlah warga Inggris yang merupakan mitra kerja staf KBRI London yang diundang untuk merasakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan ala Indonesia.

Suasana Lebaran di Inggris pada 2018 ini terasa sangat istimewa karena selain masyarakat Indonesia dapat menikmati hidangan kuliner khas Lebaran seperti lontong sayur, opor ayam, rendang, telur balado dan kerupuk, mereka juga dapat menikmati alunan merdu kesenian khas Jawa Barat.

Kehadiran musikus eksperimental Sunda Iman Jimbot dan kawan-kawan yang didatangkan secara khusus dari Indonesia untuk memeriahkan perayaan Idul Fitri di London benar-benar memberikan suasana yang sangat berbeda dari Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Komposisi musik religi-tradisional yang kental dengan ritme eksperimental-kontemporer ciri khas Iman Jimbot memunculkan alunan kecapi, suling dan kendang yang terdengar begitu harmonis saat berpadu dengan musik modern seperti keyboard, gitar, dan saksofon.

Pada perayaan Idul Fitri tersebut, sekelompok ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Indonesian Networking Development UK (UK) juga ikut menyumbangkan beberapa lagu bernada qasidahan.

 

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 of 2

Diawali Gema Takbir

Suasana perayaan Idul Fitiri 2018 di KBRI London, Inggris (15/6) (sumber: KBRI London)
Suasana perayaan Idul Fitiri 2018 di KBRI London, Inggris (15/6) (sumber: KBRI London)

Gema takbir sebagai pembukaan ditampilkan secara syahdu dan menggema, menambah nyaman suasana taman yang asri di kediaman duta besar RI London.

Beberapa lagu Islami diiringi kecapi, suling dan kendang menggetarkan hati para penonton yang ikut bernyanyi bersama. Selain musik, Iman Jimbot dan kawan-kawan juga menyuguhkan rampak kendang yang disambut sangat meriah oleh para penonton. Sajian tari Topeng Kelana dan pencak silat yang begitu dinamis membuat penonton enggan beranjak dari tempatnya.

Nuansa Jawa Barat semakin terasa saat Iman Jimbot berkolaborasi dengan maestro karawitan Jawa Barat Lili Suparli dan Rudi Mukhram, dosen Institut Seni Budaya Indonesia yang tengah menjalankan Program Residensi di Goldsmith University, Inggris.

Penampilan Iman Jimbot di Inggris merupakan yang kedua kalinya, setelah tampil di hadapan publik Inggris pada acara Indonesia Weekend di tepian sungai Thames, dekat dengan kantor wali kota London pada tahun 2016.

 

Lanjutkan Membaca ↓