Usai Buka Puasa, Jangan Tunda Makan Berat

Oleh Benedikta Desideria pada 06 Jun 2018, 09:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2018, 09:00 WIB
Kulit sehat
Perbesar
Ilustrasi makan berat usai buka puasa (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Usai buka puasa, tak perlu menunggu selesai salat Tarawih untuk makan besar. Guru Besar Gizi dan Pangan Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan, menyarankan makan berat tidak terlalu malam.

"Ketika sudah berbuka puasa dengan minum dan makan yang manis-manis, sesudah salat Maghrib ikuti dengan makan berat," saran Ali saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bila menunda makan besar usai salat Tarawih, itu artinya tubuh hanya butuh waktu sebentar untuk mencerna makanan. Misalnya, makan dimulai pukul 20.30, lalu tidur jam 22.00 karena keesokan hari harus sahur. Itu artinya jarak antara makan dengan tidur hanya sekitar satu jam.

"Jarak yang terlalu sedikit, tidak memberi kesempatan saluran pencernaan bekerja sebaik mungkin. Padahal, sistem pencernaan butuh waktu 4-5 jam untuk mencerna makanan dengan baik," kata pria yang sudah menjadi dosen di IPB dari 1983 ini.

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

2 dari 2 halaman

Camilan usai salat Tarawih

Buah kiwi (iStock)
Perbesar
Ilustrasi buah kiwi (iStockphoto)

Beberapa orang kerap merasa kembali lapar usai salat Tarawih. Ali tidak melarang kembali makan usai salah Tarawih.

"Kalau habis Tarawih ingin makan snack, silakan saja," katanya.

Idealnya camilan yang dikudap saat sudah malam tidak tinggi kalori. Bisa yogurt atau buah rendah gula.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by