Soto Mie Menghangatkan Buka Puasa Bersama WNI di Perth

Oleh Liputan6.com pada 31 Mei 2018, 00:20 WIB
Diperbarui 02 Jun 2018, 00:13 WIB
Buka puasa WNI di Perth yang digelar di Mills Park Center, Beckenham. (Dokumentasi KJRI Perth)

Liputan6.com, Perth - Masyarakat Indonesia yang bermukim di Perth, Australia Barat, kembali menggelar acara buka puasa bersama yang kali ini diadakan di Mills Park Center, Beckenham, pada Sabtu 26 Mei 2018. Guyuran hujan dan terpaan angin kencang tidak menyurutkan semangat warga Muslim Indonesia untuk hadir dalam kegiatan ini.

Seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Kamims (30/5/2018), buka puasa bersama disponsori oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth dan didukung komunitas muslim yang tergabung dalam Panitia Bersama Ramadan.

Acara yang dihadiri kurang lebih 600 orang dimulai pukul 17.23 waktu setempat atau sekitar 16.23 WIB, menyajikan teh manis dan takjil yang beragam, seperti kurma, martabak telur, pastel dan donat dan lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah salat Magrib berjamaah dan menyantap makanan khas Indonesia. Menu berupa soto mie turut menyemarakkan buka bersama kali ini sekaligus menambah kehangatan di saat kota Perth diguyur hujan lebat.

Sebelum salat tarawih berjamaah, terlebih dahulu peserta mendengarkan ceramah yang disampaikan Ustaz Jalaluddin Asy Syatibi dengan tema "Cara Allah Mengabulkan Doa".  Selain itu, diumumkan pula rencana pembangunan mesjid Indonesia di Perth dan saat ini sedang dalam tahap penggalangan dana.

​Kehangatan dan kebersamaan dirasakan oleh para peserta. Rani, salah satunya mengatakan "kegiatan buka bersama ini termasuk yang saya nanti-nanti karena kumpul dengan sesama Muslim terutama dari tanah air membuat saya merasa tidak kesepian di perantauan".

Kegiatan buka puasa ini diselenggarakan setiap sabtu selama bulan Ramadan di Perth.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 of 2

Tarawih Keliling

Tarawih di KBRI Wellington, Selandia Baru. (KBRI Wellington)​
Tarawih di KBRI Wellington, Selandia Baru. (KBRI Wellington)​

Sementara itu, tradisi tarling atau tarawih keliling yang merupakan acara khas umat muslim Indonesia saat Ramadan dilakukan para WNI di Selandia Baru.

Dikutip dari Kemlu.go.id, Jumat (25/5/2018), sekitar 200 warga Indonesia membuka acara tersebut pada Minggu 20 Mei 2018. Mereka memadati ruang auditorium Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington, Selandia Baru, untuk berbuka puasa bersama dan salat tarawih bersama.

Terlihat suasana keakraban dan hangat dalam Tarling perdana di Selandia Baru. Seru!

Setelah Tarling di KBRI, maka akan digilir di berbagai tempat, tidak hanya di Wellington namun juga di kota-kota lainnya di Selandia Baru.

Dalam sambutannya, Dubes Tantowi menekankan pentingnya warga Indonesia di Selandia Baru untuk selalu menampilkan wajah Islam yang damai dan dinamis. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia dapat menjadi showcase Islam yang rahmatan lil' alamin. 

Aksi kekerasan di sejumlah daerah di Indonesia berupa peledakan bom dan penyerangan ke aparat keamanan beberapa waktu lalu adalah tragedi yang tidak perlu terulang kembali.

Lanjutkan Membaca ↓