Pendukung Trump Protes Ucapan Selamat Berpuasa

Oleh Alexander Lumbantobing pada 25 Jun 2016, 10:01 WIB
Diperbarui 25 Jun 2016, 10:01 WIB
Selamat Ramadan
Perbesar
Pendeta Christopher Rodkey dari gereja St. Paul’s menuliskan pesan itu karena ia "tertarik dengan toleransi beragama". (Sumber @TheMattJansen via Twitter)

Liputan6.com, Dallastown - Ucapan selamat melaksanakan ibadah puasa mengundang keluhan di Amerika Serikat (AS). Pada 9 Juni lalu, papan pengumuman di halaman gereja St. Paul's United Church of Christ di Dallastown, Pennsylvania, memasang ucapan selamat kepada kaum Muslim dan mendapatkan kecaman.

Papan tulisan itu berbunyi, 'Mendoakan Ramadan yang berkah bagi para warga Muslim'. Di AS, bulan Ramadan dimulai pada Minggu, 5 Juni 2016. Ucapan seperti itu sebenarnya lazim bagi gereja yang mengaku 'progresif' ini.

Dikutip dari Washington Post pada Sabtu (25/6/2016), Pendeta Christopher Rodkey dari gereja St. Paul’s menuliskan pesan itu karena ia "tertarik dengan toleransi beragama," ujarnya.

Rodkey tidak menyangka ada begitu banyak panggilan telepon menanggapi pesan itu. Pada 11 Juni, ia memeriksa voicemail dan terdengar suara orang marah dan mengeluhkan pemasangan pesan tersebut.

Pesan itu ditutup dengan nada ancaman bahwa sang penelepon sudah mengambil foto tulisan itu dan akan menyebarkannya melalui Twitter dan Facebook agar semua orang bisa melihatnya. Namun sosok penelepon itu tidak menyebutkan namanya.

Tidak sulit bagi Rodkey untuk melihat alat pengenal pemanggil telepon (caller ID) dan mendapatkan nama sang penelepon. Setelah dilacak, ternyata penelepon adalah seorang pendukung Donald Trump.