6.694 Personel Disebar Amankan Malam Takbiran di Ibukota

Oleh Nafiysul Qodar pada 16 Jul 2015, 21:34 WIB
Diperbarui 16 Jul 2015, 21:34 WIB
20150716-Kapolda Metro Tito Karnavian
Perbesar
Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 6.694 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan perayaan malam lebaran di Ibukota. Personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan itu akan disebar di sejumlah titik krusial di Jakarta.

‎"Ada 6.694 personel gabungan, ada TNI, Satpol PP‎, Dishub, dan memang mayoritas dari polisi. Mereka akan menempati pos-pos tertentu. Titik-titiknya sudah ditentukan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian usai gelar pasukan operasi ketupat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/7/2015).

Tito mengaku pihaknya mendukung perayaan malam lebaran dengan acara takbir. Namun ia mengimbau agar tidak ada mobilitas dalam perayaan takbir‎. Ia berharap takbir di lakukan di masjid, musala, atau di lapangan.

"‎Prinsipnya kita semua mendukung kegiatan malam takbir. Tapi kita juga antisipasi, karena kita memang tak larang penuh. Sedapat mungkin warga diimbau tak menggelar takbir keliling," lanjut dia.

Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Tito menuturkan, imbauan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di malam kemenangan ini. Ia berkaca pada peristiwa-peristiwa sahur on the road (SOTR) yang awalnya bertujuan baik, namun disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu dan justru menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

‎"Bukan kita melarang mengagungkan Tuhan, tapi karena ada sejumlah peristiwa sebelumnya (SOTR) yang justru menjadi arak-arakan dan berujung jatuh korban. Kita tidak ingin di malam yang suci ini dinodai dengan peristiwa itu," tandas Tito.

‎Sejauh ini SOTR memang kerap disalahgunakan oleh oknum-oknum remaja. Dalam praktiknya, mereka justru banyak melanggar peraturan lalu lintas. Mereka melakukan konvoi, menutup jalan, balapan liar, bahkan tawuran antar geng motor.

"Seperti kasus yang terjadi di sekitar Masjid Istiqlal Sabtu lalu dan menyebabkan satu orang tewas. Tempat lain di Mampang juga ada tawuran. Kemudian di samping FX Jalan Sudirman juga tawuran, kebut kebutan, ada yang bawa senjata tajam, minuman keras," terang dia.

Karena itu, pihaknya dibantu dengan sejumlah aparat gabungan terjun mengamankan malam lebaran ini. Tujuannya agar, Jakarta selalu aman dan tertib. Juga mengantisipasi kemacetan akibat penumpukan massa di titik tertentu. (Ali/Rmn)