Anies Baswedan: Teror ke Lembaga Survei Masih dalam Tahap Wajar

Oleh Luqman Rimadi pada 12 Jul 2014, 02:37 WIB
Diperbarui 12 Jul 2014, 02:37 WIB
foto-anis-baswedan-5-140129b.jpg
Perbesar
Anies sadar partai yang meminangnya itu tengah jeblok elektabilitasnya. Tapi ia tetap maju. Pertimbangannya, dia yakin punya gagasan memajukan Indonesia (Liputan6.com/johan Tallo).

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Poltracking Indonesia mendapatkan informasi akan ada potensi penyerangan terhadap kantor mereka di Jalan Pangrango Nomor 3A, Setiabudi, Jakarta Selatan. Bahkan salah satu lembaga survei yang hasilnya memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam hitung cepat (quick count) itu juga mendapatkan teror.

Terkait hal tersebut, anggota tim pemenangan Jokowi-JK Anies Baswedan meminta pihak yang mendapatkan tekanan dan intimidasi dalam penyelenggaraan pilpres segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Ini demokrasi, proses ini kita lihat hasilnya saat ini. BagiĀ  yang merasa terancam lapor ke aparat, aparat akan memberi perlindungan kepada mereka yang merasa terancam," ujar Anies ketika mendampingi Jokowi mengunjungi SCTV Tower, Senayan, Jumat 12 Juli 2014.

Menurut Anies, munculnya teror terhadap lembaga survei independen merupakan tindakan oknum yang tidak siap berdemokrasi. Menurutnya, pihak yang melakukan tindakan onar tersebut adalah oknum yang tidak siap menerima kekalahan.

"Di mana-mana demokrasi akan berhadapan dengan pihak yang kalah, jadi semua harus menerima," ucap Anies.

Namun, munculnya intimidasi berupa teror yang mengarah kepada lembaga survei itu dinilai Anies masih dalam tingkatan wajar. "Menurut saya tidak, ini masih dalam tahap wajar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya rasa siapa pun yang kalah nanti pasti dapat menerima," ucapnya.

Sebelumnya, Manajer PR dan Program Poltracking Agung Baskoro mengatakan ancaman yang mereka dapatkan merupakan informasi dari pihak kepolisian.

"Kami mendapatkan informasi dari polisi akan ada penyerangan. Kami juga dapat informasi dari intel bahwa beberapa kantor lembaga survei juga mendapatkan informasi yang sama. Bahkan JIS juga diserang," ujar Agung kepada Liputan6.com.

Agung menjelaskan, hingga kini di depan kantor masih dijaga 3 polisi dan 1 mobil patroli dari Polsek Setiabudi. Dia mengatakan masih menunggu koordinasi dengan lembaga survei lain, sehingga belum melaporkan secara resmi kepada kepolisian.

"Karena bukan hanya kita saja. Kita kan ada asosiasi lembaga survei," terang dia.

Namun demikian, pihaknya tetap waspada terkait informasi adanya indikasi penyerangan tersebut. Termasuk teror yang datang melalui telepon.

Agung menjelaskan, sejak Kamis 10 Juli malam, berdasarkan keterangan penjaga kantor, ada telepon ke kantor sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Penjaga kantor juga melihat ada 2 orang di depan pagar gerbang kantor pada saat telepon kantor secara bersamaan berdering.

"Ini tidak lazim. Baru kali ini begini. Karena biasanya setelah rilis survei ya selesai tidak ada seperti ini," kata dia.

Poltracking merupakan salah satu lembaga yang mengumumkan hasil hitung cepat Pilpres 2014. Hasilnya menyatakan pasangan Prabowo-Hatta mendapat suara 46,30% dan Jokowi-JK 53,70% dengan data masuk 99,75% dan margin of error 1%.