Tak Hanya Konsep di Mall, Pemda Didorong Bangun Hunian Vertikal Terintegrasi Pasar Tradisional

Oleh boyleonard pada 10 Okt 2019, 10:00 WIB
Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono

Liputan6.com, Jakarta - Kementrian PUPR ingin menerapkan hunian yang terintegrasi ke pasar tradisional. Kepraktisan menjadi alasan dan melakukan modernisasi pasar tradisional dengan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Pembangunan apartemen di atas pusat perbelanjaan sudah menjadi pemandangan yang lumrah di Jakarta dan kota-kota besar. Alasan kepraktisan mendorong pengintegrasian hunian tinggal dekat dengan fasilitas umum.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR mencoba mengadopsi konsep tersebut untuk diterapkan oleh pemerintah daerah sehingga konsep ini bisa menjadi lebih merakyat dan terjangkau dengan mengintegrasikan dengan pasar tradisional. Terutama bagi para pedagang juga bisa ikut memanfaatkannnya.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan Jakarta Selama ini banyak dibangun mall dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun Rusunawa di bagian atasnya. Hal itu, lanjut dia, sekaligus modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Kelebihan lain dari Rusunawa ini adalah terintegrasi dengan moda transportasi umum yakni Bus Transjakarta. Peresmian Rusunawa ini akan dilakukan tahun ini.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan penataan landscape taman di bagian depan Rusunawa ini,” katanya

Rusunawa Pasar Rumput, imbuh Khalawi, merupakan salah satu pilot project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

Simak selengkapnya: Biaya yang harus disiapkan saat beli apartemen

Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang semakin padat.

“Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar, sedangkan lantai empat keatas akan dimanfaatkan sebagai hunian masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membangun di lokasi sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibukota Jakarta. Khalawi juga mendorong Pemerintah Daerah lainnya juga dapat mengikuti menggunakan konsep hunian vertikal terintegasi dengan pasar khususnya pasar tradisional. Pemanfaatan lahan secara mixed use  juga banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan Malaysia. 

Sebelum beli apartemen, simak yuk, kelebihan dan kekurangan investasi apartemen

Saat ini, rusunawa Pasar Rumput juga merupakan salah satu contoh proyek hunian vertikal terintegrasi pasar tradisional terbesar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga gedung masing-masing 25 lantai yang terdiri 1.984 unit hunian dan 1.314 unit kios.

Pembangunan Rusunawa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016 lalu. Anggaran pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp961,367 Miliar dari dana DIPA Kementerian PUPR. 

"Selain itu, tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman,"tekannya.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah