Menilik Lahan-Lahan Para Pengembang Nasional di Kaltim

Oleh boyleonard pada 29 Agu 2019, 14:48 WIB
Lahan-Lahan di Kalimantan Timur

Liputan6.com, Jakarta Mencuatnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru telah diamati oleh para pengembang nasional. Para pengembang mulai menggarap lahan-lahan di beberapa daerah Kalimantan Timur.

Pemerintah telah mengumumkan dua lokasi ideal ibu kota baru di Kalimantan Timur, yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Dua wilayah ini memang masih berupa lahan-lahan luas yang belum produktif, termasuk pengembangan pemukiman di kedua kawasan itu juga belumlah marak.

Jauh sebelum isu ibu kota menggeliat, sejumlah pengembang nasional tercatat memang telah memiliki lahan di Kalimantan Timur. Provinsi berjuluk Bumi Etam tersebut memang menjadi incaran lantaran potensi Sumber Daya Alam yang melimpah. Hal ini menjadi magnet bagi pelaku usaha pertambangan dan batu bara yang bisa menjadi pasar potensial.

 

Secara umum, para pengembang nasional masih mengembangkan di dua kota utama Kaltim, yakni di gerbang bisnis Balikpapan dan jantung ibu kota Samarinda.

Tri Wijaya Head of Adv & Promotion Borneo Bay City mengatakan, Agung Podomoro Land, sudah melebarkan sayapnya sejak 3 tahun lalu di Balikpapan dengan pengembangan kawasan seluas 8,5 ha bertajuk Borneo Bay.

Balikpapan, kata dia, memiliki kelebihan dari sisi potensi bisnis migas sebagai faktor penguat ekonomi. Dengan demikian akan lebih banyak permintaan atas hunian representatif yang sesuai dengan sasaran perusahaan.

Telusuri selengkapnya: Properti Baru di Kawasan Tangerang Sekitarnya 

Selain Agung Podomoro Land, Sinar Mas Land juga  tercatat memiliki cadangan lahan sekitar 515 ha. Rincinannya memiliki cadangan di Balikpapan seluas 270 ha dan Samarinda 245 ha. 

Pengembangannya baru dilakukan di kota minyak, Balikpapan. Pertama kali mereka mengembangkan Balikpapan baru, selanjutnya Sinar Mas Land tengah mengerjakan Grand City. Namun untuk kawasan Samarinda masih belum dikembangkan sama sekali.

Adapula pengembang kawakan, PT Ciputra Development Tbk. Perusahaan Begawan properti Ciputra tidak hanya memiliki proyek di Kalimantan timur, tetapi juga proyek di Banjarmasin. Namun, untuk Kalimantan Timur, memiliki lahan seluas 870 ha. Mayoritas cadangan lahan memang berada di Samarinda seluas 590 ha.

Rinciannya adalah Citra Grand Senyiur City 397 ha, Citra Garden City 100 ha, dan Citra Land City Samarinda 93 ha. Rata-rata proyek residensial tersebut menggunakan skema pola Joint Operation dan Joint Venture.

Tertarik investasi rumah? Baca dulu Cara Investasi Rumah Lewat KPR

Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi mengatakan untuk melakukan ekspansi lebih jauh. Ciputra grup nampaknya belum akan mengoleksi landbank di sekitaran ibu kota baru antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara. Namun, lanjut dia tidak menutup kemungkinan untuk menambah lahan secara per lahan-lahan.

Menurut Harun, ibu kota Jakarta tetap tidak tergantikan sebagai pusat bisnis dan pusat komersial Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan Ibukota pemerintahan tidak perlu terlalu bersinggungan dengan pusat pemerintahan, apalagi segala kebutuhan kepemerintahan bagi pelaku bisnis bisa diselesaikan secara online.

Harun menilai keputusan pemerintah terkait dengan kebutuhan ibu kota merupakan hal yang baik. Dengan begitu diharapkan ada pemerataan baik itu pemerataan beban lingkungan, sosial dan lain-lainnya.

Pantau Pasar Properti Lewat Properti Index

Sementara itu, rencana pengembangan baru di sekitar kawasan ibu kota muncul dari PT PP properti Tbk. Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat mengatakan, memiliki lahan seluas 500 ha dan telah melakukan riset sejak 4 bulan lalu.

“Ada calon investor yang menawarkan kerjasama dan kajian yang dilaksanakan akan selesai ketika program pemeritah semakin jelas,” katanya.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

Hanya rumah.com yang Percaya Anda semua bisa punya rumah