Pusat Rekreasi Dongkrak Penjualan Properti

Oleh Fathia Azkia pada 04 Apr 2019, 10:58 WIB
go splash bekasi

Liputan6.com, Jakarta - Adanya pusat rekreasi di dalam komplek perumahan rupanya mampu memicu penjualan unit yang lebih baik. Sekiranya hal ini banya ditiru oleh berbagai pengembang, baik skala nasional maupun lokal.

Bagaimana tidak, dengan adanya sarana hiburan di area perumahan mampu meningkatkan pendapatan lain bagi perusahaan. Di Bekasi, beberapa pengembang salah satunya PT Alamindo Trulynusa (ALSA) mengakui hal tersebut.

Awalnya, developer hanya memperuntukkan tempat rekreasi sebagai benefit perumahan yang dipasarkan. Tapi seiring besarnya potensi cuan yang dimiliki, maka sebagian dari mereka memilih untuk mengkomersilkan bagi pengunjung dari luar kawasan.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Sebagai ilustrasi, rata-rata omset wahana bermain anak skala kecil di Bekasi mencapai Rp500 juta per bulan dengan margin keuntungan 30%.

"Untuk itu, kami kembangkan fasilitas waterpark Go! Splash di dalam area perumahan Panjibuwono Residence. Wisata air ini dilengkapi beragam wahana seperti kolam renang semi-olympic, water slide setinggi 12 meter, pelangi kabut air, dan ember tumpah," terang Promotion & Marketing Manager ALSA Albert Permana.

Go! Splash merupakan wahana bermain air untuk anak terbesar di kawasan utara Bekasi, dengan total area sekitar 2 hektare dan tarif yang kompetitif dibanding tempat lain. Selain diperuntukan bagi seluruh penghuni klaster, wahana bermain air ini juga dibuka untuk umum.

“Selama masa promo, mulai 3 April hingga satu bulan ke depan, harga tiket masuknya hanya Rp30 ribu untuk dua orang,” imbuhnya.

(Simak Review Properti dari Rumah.com yang disajikan secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya)

2 of 2

Kontribusi untuk Wisata Bekasi

Sejak dua tahun silam, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berupaya mengoptimalisasi 12 destinasi wisata untuk meningkatkan devisa lokal. Bekasi menilai pariwisata sebagai penyumbang retribusi daerah yang menjanjikan.

"Destinasi itu terbagi menjadi dua golongan, yaitu wisata alam dan kuliner khas daerah setempat," kata Agus Trihono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi.

Ke-12 tempat wisata tersebut antara lain yaitu Taman Buaya Indonesia Jaya, Waterboom Lippo Cikarang, Gedung Juang 45, dan Saung Ranggon yang merupakan wisata sejarah. Kemudian, Danau Cibeureum, Pantai Muara Gembong, Muara Beting, Muara Bendera, dan juga Kuliner Restoran Kartini Cikarang, Rumah Makan Saung Wulan.

Baca juga: Panduan Lengkap Beli Hunian Pertama

Namun melihat besarnya jumlah penduduk di salah satu daerah penyangga Jakarta tersebut, kehadiran ke-12 tempat rekreasi tersebut tentu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Seiring juga taraf ekonomi yang kian meningkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 3,3 juta jiwa dan Kota Bekasi 2,6 juta, terjadi peningkatan sekitar 1 juta dalam lima tahun terakhir.

Selain sudah menjadi kebutuhan masyarakat, dengan jumlah penduduk sebesar itu tentu menjadi potensi tersendiri bagi pengembangan bisnis tempat rekreasi.

Selain sarana rekreasi, Direktur ALSA, Bryan Soedarsono mengungkapkan, saat ini Bekasi memiliki ketersediaan infrastruktur transportasi (accessiblity) paling lengkap dibanding kota satelit lainnya, seperti Tangerang, Bogor, dan Depok.

Pembangunan proyek elevated tol Jakarta-Cikampek, tol Cilincing-Cibitung, Light Rapid Transit (LRT), perluasan jalur serta pemambahan stasiun commuter line, dan kereta cepat Jakarta-Bandung adalah bukti nyatanya.

“Ketersediaan sejumlah infrastruktur dan transportasi tentu semakin memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta. Sekaligus membuka potensi Bekasi sebagai wilayah paling prospektif bagi pengembangan bisnis property development. Pun tingginya kebutuhan rumah terjangkau bagi masyarakat yang beraktivitas di Jakarta, serta keberadaan kawasan industri dengan ribuan karyawan, semakin memperkuat daya pikat Bekasi,” ungkapnya.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Menurutnya, kian lengkapnya ketersedian infrastruktur transportasi tersebut dipastikan akan berdampak positif terhadap bisnis properti di wilayah Bekasi.

“Masyarakat punya banyak pilihan penggunaan alat transportasi untuk menunjang aktivitas kesehariannya. Bisa mengendarai mobil pribadi atau bus melalui akses tol, naik kereta pada stasiun commuter line bahkan LRT. Ini jadi value added tersendiri bagi penghuni Panjibuwono Residence,” katanya.

ALSA sejak enam tahun lalu telah merilis empat klaster hunian, dimana yang terbaru klaster Casablanca menghadirkan 280-an tipe rumah satu dan dua lantai. Harganya mulai Rp469 jutaan sampai Rp729 jutaan.

“Harga tersebut jauh lebih terjangkau dibanding tipe sejenis pada kawasan hunian sekitar lainnya, terutama di tengah Kota Bekasi, bedanya bisa sekitar Rp200 jutaan," Bryan mengakhiri.

Dapatkan ulasan lebih mendalam tentang Rumah.com Property Outlook 2019 di sini (https://www.rumah.com/insights/rumah-com-property-market-outlook-2019-326)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Lanjutkan Membaca ↓