Jurus Pengembang Properti 'PDKT' ke Milenial

Oleh Fathia Azkia pada 26 Mar 2019, 14:32 WIB
Corral @ Malibu Village

Liputan6.com, Jakarta - Sejak William Strauss menyematkan nama untuk generasi yang mengalami masa dewasa di tahun 2000-an, istilah Generasi Milenial mencapai popularitasnya.

Mereka yang secara umum disebutkan lahir pada awal 1980-an hingga akhir 1990-an, saat ini telah memasuki usia 30an akhir atau setidaknya hampir seperempat abad.

"Usia yang sudah hampir meninggalkan masa dewasa muda dan memasuki masa mapan. Generasi yang terkenal dengan kegandrungannya jalan-jalan dan making impact ini sudah saatnya tak main-main lagi dengan hidup mereka," sebut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Pilihan hidup, karir, dan tentu saja pengelolaan keuangan yang benar sudah menjadi kewajiban yang patut dimiliki oleh yang telah sepenuhnya dewasa.

Bukan hanya itu, usia matang untuk ukuran milenial ini pun harus menunjukkan hidup yang tertata dengan baik. Termasuk dalam urusan kepemilikan properti.

Andreas Nawawi selaku Managing Director Paramount Land mengungkap, generasi milenial dan yang terbaru "zillenial alias Gen Z" sejatinya terlahir dalam keadaan krisis.

"Sehingga ketika mereka memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka akan mengutamakan kenyamanan dan keamanan. Maka dari itu, kami selaku pengembang dalam mendekati milenial, sangat menggunakan prinsip kehati-hatian," katanya.

Selain itu, "Kami biarkan otak kanan mereka berpikir selama yang mereka butuhkan. Dan ketika sudah kena hasratnya, barulah mereka akan beli properti. Ini persis seperti kejadian baru-baru ini, ada pasangan muda datang lihat-lihat rumah di waktu sore. Lalu mungkin ada diskusi setelahnya, karena tiba-tiba jam 11 malam mereka telepon tim sales kami dan ngotot mau beli rumah dan bayar malam itu juga," cerita Andreas seraya tertawa.

(Simak Review Properti dari Rumah.com yang disajikan secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya)

2 of 2

Harga di bawah Rp1 Miliar

Di samping teknik pendekatan yang berbeda, Paramount Land yang punya peran aktif dalam menghidupkan kawasan Gading Serpong mengakui bahwa faktor harga rumah juga dianggap penting bagi milenial.

"Jika sebelumnya harga rumah yang kami pasarkan di atas Rp1 miliar, kali ini kami pasarkan hanya 60 unit rumah seharga Rp793 jutaan. Dengan perhitungan angsuran selama 15 tahun, cicilannya sekitar Rp5,2jt per bulan selama 15 tahun," kata Vice Marketing Director Paramount Land, M Nawawi.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Adapun tipe yang disediakan mencakup lebar kavling (L5, L6, dan L7). Untuk lebar 5 tersedia tipe 5x8 m2 (LT 40 m2/LB 53 m2). Sementara di lebar 6 tersedia tipe 6x8 m2 (LT 48 m2/LB 56 m2), dan lebar 7 tersedia tipe 7x8 m2 (LT 56/LB 68).

Saat ini, konsumen di perumahan milik Paramount tercatat setengahnya merupakan milenial berusia 30an. Kendati demikian, milenial ini membeli rumah dengan bantuan finansial dari orangtua.

Ditanya darimana datangnya milenial saat menemukan rumah di klaster besutannya, Nawawi menyebut 10%-20% berasal dari situs-situs jual beli properti daring.

Sedangkan jika membicarakan jangkauan pasar, sekitar 60% pembeli merupakan warga Tangerang dan sekitarnya. "Namun uniknya, pembeli dari Lampung juga cukup tinggi," katanya.

Melihat penjualan yang cukup bagus selama kuartal pertama 2019, pengembang optimistis bisa meraih target tahun ini sebesar Rp2,2 triliun. Pihaknya pun menyiapkan strategi penjualan menghadapi efek Pilpres dan Lebaran.

Cek Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Lanjutkan Membaca ↓