Pengembang Tetap 'Pede' Jualan di Tahun Politik

Oleh Fathia Azkia pada 04 Feb 2019, 12:26 WIB
cimanggis city pameran

Liputan6.com, Jakarta - Merujuk data Rumah.com Property Outlook 2019, Kebijakan Pemerintah untuk menjaga sentimen pasar di sepanjang 2018, terutama pasca-Hari Raya dan pengaruh ekonomi global berdampak positif.

Harga dan suplai properti terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2019. Permintaan pasar akan tetap stabil, permintaan untuk properti kelas menengah atas akan meningkat. Hal ini membuat pasar properti 2019 diprediksi stabil meski ada Pemilihan Presiden 2019 di paruh pertama 2019.

Fakta di lapangan, meski ada isu politik di semester pertama tahun ini, beberapa pengembang memang tetap menjalankan strategi penjualan seperti biasa.

Baca juga: Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit

Kepada awak media, Agus Susilo selaku Direktur Cimanggis City bahkan mengaku optimistis, penjualan unit apartemen akan tetap stabil mengingat penjualan di tahun sebelumnya yang mampu melampaui target.

“Kebutuhan hunian di rentang harga Rp300-Rp500 jutaan masih sangat besar. Politik, inflasi, kenaikan suku bunga bank, serta pertumbuhan ekonomi yang kurang menarik akibat kondisi pasar global tidak terlalu berpengaruh dengan segmen pasar menengah,” jelasnya.

Hingga akhir tahun 2018, 75% atau 685 unit dari 913 unit hunian di apartemen Cimanggis City telah terserap pasar dengan jumlah revenue Rp278 miliar. Kesuksesan ini yang memicu PT Permata Sakti Mandiri (PSM) selaku pengembang untuk menggenjot pembangunannya agar berjalan sesuai rencana.

Simak juga: Review Properti untuk mengetahui ulasan mendalam tentang hunian incaran Anda

2 of 2

Ludes Sebelum Semester Dua

Pengembang pun optimistis penjualan unit menara pertama akan selesai di semester awal, dengan target pendapatan senilai Rp92 miliar. Selanjutnya, tower kedua akan meluncur di tahun ini.

Keoptimisan tersebut kian beralasan jika berkaca pada kondisi pasar apartemen di wilayah depok dan sekitarnya yang masih sangat prospektif. Terbukti, satu tahun lalu penjualan apartemen di wilayah itu masih berjalan, dengan varian produk beragam dan harga yang terus meningkat.

(Mau beli apartemen? Simulasikan dulu cicilan perbulannya lewat Kalkulator KPA dari Rumah.com)

Melihat faktor eksternal, beroperasinya Tol Cimanggis - Jagorawi (Cijago) seksi II yang terhubung ke ruas Depok - Antasari (Desari) akan meningkatkan nilai kawasan apartemen.

"Sejumlah fasilitas tersebut menjadi value tersendiri bagi Cimanggis City. Karenanya, saat ini harga yang ditawarkan Rp319 juta per unit masih sangat terjangkau. Nilai ini sudah meningkat dibanding sebelumnya," tuturnya.

Kebijakan pemerintah dan perbankan untuk memudahkan masyarakat memiliki hunian, juga menjadi alasan pihaknya makin percaya diri merengkuh kesuksesan di 2019. Hal ini diwujudkan dengan ikut pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) JCC, yang berlangsung sejak 2 hingga 10 Februari 2019.

Menurut Widodo, Marketing Manager Cimanggis City, dalam satu kali pameran pihaknya rata-rata menghasilkan Rp15 sampai Rp20 miliar, atau jika dikonversi ke unit apartemen sekitar 30 hingga 50 unit terjual.

“Kami berikan harga dan diskon spesial penjualan di pameran, tanpa DP dan gratis biaya KPA bank, serta cicilan 2,9 jutaan saja Anda sudah bisa memiliki unit apartemen eksklusif di Depok," tutupnya.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

 

Lanjutkan Membaca ↓