Segmen Hunian Tipe Kecil Meningkat di 2018

Oleh Fathia Azkia pada 09 Mar 2018, 09:47 WIB
Diperbarui 09 Mar 2018, 09:47 WIB
Cluny Residence

Liputan6.com, Jakarta Pelaku pasar meyakini industri properti di Indonesia pada tahun ini akan bergerak lebih aktif. Proyeksi tersebut tak lepas dari perkembangan pasar properti tahun 2017 yang sudah menunjukkan masa transisi ke arah positif.

Di mana menurut laporan Jones Lang LaSalle (JLL), aktivitas penjualan pasar hunian vertikal di kuartal akhir tahun lalu cenderung stabil dengan tingkat serapan sebesar 63%. Permintaan terbesar datang dari segmen kelas menengah dan menengah bawah.

Simak juga: Harga Rumah Bukan Lagi Faktor Penting!

“Pertumbuhan ekonomi (PDB) merupakan salah satu faktor yang sangat memengaruhi bisnis properti. Oleh karenanya, dengan pencapaian PDB Tanah Air di atas 5% pada tahun lalu, peluang bisnis itu terbuka lebar dan harus dimanfaatkan namun tetap waspada menjelang tahun politik,” terang Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL.

Berdasarkan prediksi, permintaan terhadap pangsa hunian tipe kecil dengan harga unit yang ‘ramah kantong’ akan terus meningkat di 2018. Di samping itu, konsumen juga lebih mempertimbangkan reputasi pengembang sebelum membeli hunian yang baru diluncurkan.

Adapun akses dan infrastruktur, lokasi yang strategis, serta fasilitas menarik di sekitar, turut masuk dalam fokus utama konsumen properti.

(Jangan coba-coba beli properti di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com)

“Produk properti baru bisa meningkat asalkan berada dekat sarana transportasi massal, sebab dianggap sebagai nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kecil Tapi Berkualitas

Sementara itu menurut hasil Survei Harga Properti Residensial yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk kuartal IV-2017, terungkap bahwa konsumen meyakini harga properti residensial pada kuartal I-2018 meningkat sebesar 0,72% (qtq).

Kenaikan harga hunian diperkirakan akan terjadi pada semua tipe, terutama tipe kecil sebesar 1,22%, qtq.

Baca juga: Hunian Vertikal, Solusi Agar Milenial Punya Rumah

Faizal Abdullah, Executive Director PT. Alam Makmur Property yang merupakan anak usaha dari Ruby Group Singapore menjelaskan, “Market yang bergerak naik ditandai dengan intensitas masyarakat untuk membeli hunian, utamanya yang dicari adalah unit tipe kecil. Pada pangsa apartemen, tipe studio dan satu kamar tidur tentu jadi pilihan favorit.”

Meski unit tipe kecil umumnya dihargai dengan range yang lebih terjangkau dan luas area yang terbatas, namun tetap saja dalam urusan kualitas bangunan dan penataan ruang sebaiknya tidak boleh dikesampingkan.

“Luasan terbatas bukan berarti bisa mengabaikan standar hunian yang baik. Melalui unit contoh yang ada di Marketing Gallery, tipe one bedroom di Cluny Residence bisa memberikan ide bagi konsumen apartemen bahwa unit tipe kecil juga bisa diatur sedemikian rupa agar homey and luxury,” jelas Faizal.

Tipe one bedroom ini terdiri dari satu kamar tidur, living dan dining room yang dibiarkan menyatu tanpa sekat, dapur, kamar mandi, serta balkon.

(Pilihan apartemen baru dengan satu kamar tidur harga mulai Rp500 juta ada di sini)

Mengenai preferensi konsumen properti terhadap hunian tipe kecil, sambung Faizal, hal itu sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang cenderung menginginkan kesan praktis.

“Selain ideal bagi mereka yang punya mobilitas tinggi, dari sisi perawatan pun relatif efektif dan efisien. Sedangkan bagi mereka yang punya orientasi berinvestasi properti, hunian tipe kecil umumnya lebih cepat tersewa dengan persentase yield yang cukup menjanjikan, serta dirasa lebih mudah apabila ingin dijual kembali dalam beberapa tahun ke depan,” tutupnya.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Lanjutkan Membaca ↓