Permintaan Rumah Kelas Menengah Atas di Bogor Meningkat

Oleh Fathia Azkia pada 22 Jan 2018, 14:54 WIB
Diperbarui 22 Jan 2018, 14:54 WIB
Harvest City Cileungsi

Liputan6.com, Jakarta Bagi keluarga muda, memilih Bogor sebagai lokasi hunian pertama dilatarbelakangi beberapa alasan. Selain karena lingkungan dan udaranya yang terkenal sejuk, akses menuju Bogor juga dirasa mudah baik melalui jalur tol atau kereta rel listrik.

Terdapat tiga stasiun yang masuk ke dalam wilayah Bogor, diantaranya Stasiun Bojonggede, Cilebut, dan Bogor. Dari stasiun ini, penumpang bisa langsung mengakses Jakarta dan sekitarnya dalam waktu singkat dan bebas macet.

Simak juga: Keluarga Muda Incar Bogor Sebagai Rumah Pertama

Bila berencana membeli rumah di Kota Bogor namun belum terlalu paham wilayah mana yang potensial, Anda bisa memanfaatkan forum Tanya Agen yang ada di Rumah.com. Forum ini memungkinkan Anda mendapatkan jawaban akurat dari agen properti spesialis area Bogor.

Mengenai pilihan, properti di Bogor kini cukup lengkap mulai dari rumah tapak hingga apartemen. Untuk rumah tapak, baik kelas menengah bawah dan menengah atas sama-sama laris diburu masyarakat yang umumnya merupakan end user.

2 dari 3 halaman

Penjualan Seimbang

Kepada Rumah.com, Marketing Manager Harvest City, Leonard Suprijatna, menjelaskan komposisi penjualan antara properti kelas menengah bawah dan menengah atas terpantau seimbang. Hal ini dikatakannya berdasarkan penjual unit hunian di Harvest City yang berlokasi di Cileungsi, Bogor.

“Sebelumnya yang paling laku kan produk dengan harga di bawah Rp500 juta, kalau sekarang fifty-fifty. Paling terasa itu penjualan rumah dan kavling sudut yang harganya berkisar Rp800 juta hingga Rp1 miliar. Ini turut mendongkrak pendapatan,” katanya.

Melihat potensi ini, PT Dwigunatama Rintisprima selaku pengembang menargetkan tumbuh hingga 25% atau sebesar Rp500 miliar di tahun 2018. Untuk itu, perumahan skala kota ini mengadakan promo seperti hadiah langsung kulkas dan AC plus undian langsung.

Simak juga: Jangan Sampai Kelewatan Program Imlek dari Pengembang Perumahan!

Menurut Leo, promo tersebut kembali dilakukan mengingat pada tahun lalu terbukti sukses menjadi stimulan dalam mendorong penjualan, hingga menyentuh angka Rp400 miliar atau tumbuh sekitar 20% dibanding tahun 2016.

“Untuk mendongkrak penjualan, Harvest City mengembangkan produk baru dari Klaster Sakura yang menjadi primadona penjualan pada tahun lalu. Ada pula pengembangan klaster Sweet Alba yang disiapkan sebagai produk andalan untuk warga Jabodetabek,” imbuhnya.

Di samping itu, pengembang juga mulai mengembangkan wisata agro seluas 6,5 hektare. Proyek ini dikembangkan dengan mengandeng mitra investor yang membangun model wisata agro keluarga. Simak Review Properti untuk mengetahui ulasan mendalam tentang rumah incaran Anda.

Dengan begitu warga Bekasi, Cibubur, dan Cikarang akan bisa menikmati lokasi wisata keluarga yang ideal dan menyenangkan.

“Saat ini sudah ditanam durian Musangking, durian raksasa varietas Harvest City, kelengkeng Kristal super dan berbagai buah lainnya. Nanti di gerbang objek agro wisata ini akan dibangun monumen durian raksasa sebagai ikonnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Hendry Nurhalim.

“Proyek ini kami kembangkan sebagai visi dalam merespon pertumbuhan kawasan Cibubur-Cileungsi sebagai wilayah pemukiman besar,” imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Mengapa Bogor Menarik?

Ada banyak faktor terkait pergerakan harga yang bikin perumahan di Bogor wajib dipertimbangkan. Misalnya sokongan sektor transportasi yang baik, seperti KRL Jabotabek jurusan Bogor-Jakarta Kota guna mengangkut warga Bogor yang bekerja di Ibukota.

Kawasan ini juga menyimpan potensi besar lewat gencarnya pembangunan infrastruktur yang akan semakin memudahkan akses dari dan menuju Bogor dengan rencana jaringan jalan Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), dan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Cek di sini untuk pilihan perumahan di Bogor dengan harga mulai Rp500 juta

Dari rencana tiga seksi tahapan pembangunan BORR, dua di antaranya kini telah rampung. Begitupula dengan pembangunan infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) yang digadang-gadang bakal bikin properti di kawasan Bogor meroket.

Faktor-faktor di atas tadi pada akhirnya membuat pasar hunian residensial di Bogor makin dilirik banyak orang. Apalagi berdasarkan Property Index dari Rumah.com, untuk rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar di Bogor sedang turun tipis-tipis dari Q2 hingga Q4 2017.

Tercatat dari Q2 2017 median harga perumahan di bawah Rp1 miliar di Bogor mencapai Rp5 juta/meter persegi, turun sedikit menjadi Rp4,75 juta/meter persegi di Q4 2017. Dan Q2 2017 bisa dibilang puncak median harga mengingat di Q4 2016 hanya Rp4,86 juta/meter persegi.

Namun meski median harga perumahan di bawah Rp1 miliar di Bogor ini tengah turun, ke depannya hunian residensial di Bogor diprediksi akan mengalami peningkatan median harga.

Mengingat beberapa proyek infrastruktur seperti Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi II akan selesai lebih cepat. Semula ditargetkan Juni 2018, namun rencananya selesai pada Februari 2018.

Tertarik punya rumah baru dengan harga di bawah Rp1 miliaran di Bogor? Simak daftar lengkap perumahannya hanya di Perumahan Baru.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Lanjutkan Membaca ↓