Mendesain Ruang Keluarga Bagi Rumah Minimalis

Oleh Fathia Azkia pada 14 Mar 2019, 16:41 WIB
ruang keluarga

Liputan6.com, Jakarta - Ruang keluarga bagi rumah-rumah di Indonesia disebut sebagai hierarki tertinggi. Mengapa demikian?

Ruang yang ukurannya tergantung dari luas bangunan rumah ini hampir setiap hari dikunjungi anggota keluarga. Baik itu hanya untuk menonton televisi bersama, membicarakan masalah akademis maupun rencana liburan, atau bahkan digunakan sekaligus sebagai ruang makan.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Demi menciptakan ruang keluarga yang menyenangkan dan tidak cepat membosankan, maka dekorasinya harus dirancang senyaman mungkin.

Sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik serta penataan furnitur di dalamnya akan berperan besar terhadap kenyamanan ruangan.

Sesuaikan dengan cermat setiap furnitur yang akan digunakan dengan besaran ruang. Apalagi jika tema yang dikehendaki adalah rumah minimalis. Hindari penempatan furnitur yang menimbulkan kesan sesak, baik secara ukuran, bentuk, atau warna.

(Simak Review Properti dari Rumah.com yang disajikan secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya)

2 of 2

Harus Pandai Memilih

Kenyamanan sebuah ruang keluarga juga diciptakan lewat pemilihan pernik dekorasi maupun furnitur yang digunakan. Tak ketinggalan, pintu utama sebagai akses substansial juga harus diperhatikan.

Untuk desain rumah minimalis, maka pintu utama dipastikan tidak mengandung ornamen maupun ukiran yang berlebihan. Maka itu, biasanya pintu yang sesuai dengan desain rumah minimalis adalah berwarna putih polos maupun bernuansa kayu.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Dewasa ini, beragam jenis pintu dengan gaya minimalis sangat mudah ditemui, contohnya produk pintu dari Fortress. Pintu ini terbuat dari baja, namun didesain sedemikian rupa sehingga hampir tak ada beda dengan pintu bermaterial kayu solid.

Founder dan Presiden Direktur PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, Joni Effendi menyebut, pintu yang diproduksinya dilengkapi 12 fitur yang tidak bisa ditemukan pada pintu kayu konvensional.

"Salah satu fiturnya adalah sistem lima titik penguncian seperti brankas jadi anti maling. Lalu setiap pintu dilengkapi lubang pengintip, dan engsel baja yang tersembunyi di dalam kusen sehingga lebih ada nilai estetika dan keamanan penuh," ujarnya.

Kendati terbuat dari material baja, akan tetapi panel pintu memiliki ketebalan hanya 0,6mm. "Kami benar-benar merancang pintunya persis seperti pintu kayu biasa. Beratnya juga hanya 35kg," lanjut Joni.

Dari sisi keamanan lainnya, terdapat karet peredam yang sangat berfungsi saat ada kebakaran. "Cara pasang pintunya gampang, karena kami jual ini satu paket mulai dari pintu, daun, dan kusennya. Bahkan kami sediakan baut serta penutup lubang. Harganya sendiri paling murah Rp2 juta dan paling mahal Rp8 jutaan," ia mengakhiri.

Cek Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

Lanjutkan Membaca ↓