Jurus Renovasi Rumah Minim Biaya

Oleh Fathia Azkia pada 15 Mar 2019, 14:53 WIB
biaya renovasi rumah

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki rumah pribadi adalah sebuah prestise tersendiri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya rumah dirawat dengan baik agar fungsi nyaman dan aman tetap terjaga.

Saat kondisi atap tidak layak lagi ditambah adanya dinding retak di beberapa ruang, ini menandakan sudah waktunya merenovasi rumah.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Tak melulu soal kerusakan, renovasi juga dilakukan sebagian orang yang ingin memperluas rumah atau menambah jumlah kamar tidur.

Berbicara tentang renovasi tentu berkaitan erat dengan biaya besar. Faktor inilah yang umumnya menjadi kendala sebagian orang.

Namun sebenarnya ada banyak cara mudah untuk melakukan renovasi rumah dengan biaya minimal. Apa saja kiatnya?

1. Manfaatkan Struktur Lama

Usahakan menggunakan struktur bangunan yang sudah ada seperti kolom, balok, dan pondasi, sehingga tidak perlu membuat baru lagi. Pembuatan struktur baru akan memakan biaya dan waktu terutama bila memakai beton.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Akan tetapi jika terpaksa harus merancang struktur baru, maka disarankan untuk menggunakan material baja yang proses pembuatannya cukup singkat, sehingga ongkos tukang juga akan lebih hemat.

Berbeda dengan beton yang biasanya memakan waktu sekitar 21 hari hingga kondisinya kering sempurna dan bekistingnya bisa dibuka. Tapi sayangnya, material baja di pasaran relatif mahal.

 

 

2 of 3

2. Gunakan Produk Kekinian

Umumnya, proses renovasi dengan teknik konvensional akan memakan waktu lama. Tak pelak, di era yang serba praktis dan cepat, durasi dalam merenovasi rumah pun diklaim bisa lebih singkat.

Apalagi saat ini sudah ada berbagai produk yang bisa mendukung kecepatan dalam renovasi rumah. Rangkaian sistem EasyFinish dari Jayaboard, misalnya.

(Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai properti yang akan dibeli, baca selengkapnya di Review Properti dari Rumah.com)

Sistem tersebut menghadirkan solusi atas permasalahan saat melakukan pengerjaan pembuatan dinding. "EasyFinish sendiri adalah alternatif pengganti plaster aci konvensional, yang mana dapat membantu kontraktor dan pemilik rumah untuk bekerja secara lebih produktif," ujar Andi Chandra, Presiden Direktur USG Boral Indonesia–Jayaboard.

Produk tersebut memastikan permukaan dinding yang halus, bebas retak dan rata, serta lebih menguntungkan karena minim pemeliharaan.

Andi mengklaim, sistem ini telah terbukti tiga kali lebih efisien dibandingkan metode plaster aci konvensional, sehingga mampu mempercepat waktu konstruksi secara lebih signifikan.

"Selain itu, orang awam sekalipun bisa mengerjakan proses pengacian dengan EasyFinish. Akan tetapi lamanya waktu pengerjaan kembali lagi kepada kemampuan masing-masing orang," imbuhnya.

(Mau tahu apa saja dokumen yang harus diurus dalam proses pembelian rumah pertama? Simak selengkapnya di Panduan Rumah.com)

Disebut lebih hemat biaya, pasalnya produk tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, ongkos tukang juga lebih hemat lantaran waktu pengerjaan yang relatif singkat.

"Kalau plester aci, umumnya satu tukang per hari hanya bisa mengerjakan untuk dinding seluas 12m2 saja. Tetapi dengan EasyFinish, satu tukang bisa mengerjakan sampai 36m2. Nah, cost-nya ini lebih minim, karena waktu renovasi yang tadinya mungkin sampa tiga bulan, dipangkas menjadi satu bulan," Andi menjelaskan.

3 of 3

3. Berburu Diskon

Selain dituntut pandai memilih teknik instan, untuk mewujudkan renovasi rumah hemat biaya bisa dimulai dengan berburu diskon yang dihadirkan toko bahan material atau supermarket bangunan.

Setiap cabang toko, walau berasal dari induk yang sama tetapi kerap memberikan diskon untuk item berbeda.

4. Jangan Menyuruh Tukang!

Sewa pekerja/tukang hanya dari segi jasanya saja, sedangkan bahan bangunan lebih baik dibeli sendiri. Khawatirnya, jika pembelian material diserahkan kepada kontraktor, mandor, maupun tukang, maka tak jarang mereka akan mencari produk bermutu standar.

Lalu saat pemilik rumah menginginkan material dengan merk unggulan, biasanya mereka akan mengenakan harga tambahan setiap meter persegi.

Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Lanjutkan Membaca ↓