Khawatir Menggurui, Ahli dari KPU Minta Maaf di Sidang Sengketa Pilpres

Oleh Ady Anugrahadi pada 20 Jun 2019, 17:07 WIB
Diperbarui 22 Jun 2019, 13:14 WIB
Prosesi Sumpah Saksi Ahli KPU Marsudi Wahyu di Sidang Sengketa Pilpres

Liputan6.com, Jakarta - Saksi yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Marsudi Wahyu Kisworo meminta maaf kepada peserta sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis 20 Juni 2019. Dia khawatir, keterangannya terkesan mengajari.

Marsudi yang merupakan arsitek IT, mendesain Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU. Situng KPU, kata dia, dirancang sebagai sarana transparansi bagi masyarakat.

Selama memaparkan keahilan di sidang sengketa pilpres, Marsudi kerap kali dicecar pertanyaan baik dari hakim MK, kubu Prabowo maupun tim hukum Jokowi.

Khawatir  terkadang jawabannya terkesan mengajari. Usai sidang, Marsudi pun menyampaikan permohonan maaf jika ada penyataannya yang menyinggung.

"Maaf kalau sikap saya terkesan menggurui, karena saya guru, kalau saya tidak menggurui saya tidak kerja," kata Marsudi dalam sidang sengketa pilpres di MK, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

 

2 dari 2 halaman

Jawaban Hakim

Saksi Ahli KPU Terangkan Sistem Situng di Sidang Sengketa Pilpres
Pakar IT Profesor Marsudi Wahyu Kisworo memberi keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2019 Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Marsudi menjelaskan soal Situng KPU yang kerap dibahas oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga selaku penggugat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ucapannya itu kemudian dijawab ketua majelis hakim sidang sengketa pilpres 2019, Anwar Usman. Menurut dia, sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK harus diisi dengan keterangan yang benar.

"Saya ingin komentar memang begitulah seperti yang saya sampaikan bahwa sidang ini disaksikan oleh Allah SWT jadi harus disampaikan benar," ucap Anwar Usman yang juga Ketua MK.

Lanjutkan Membaca ↓