Jadi Pemenang Pilpres 2019, Ma'ruf Amin: Menangnya Masih Digantung

Oleh Liputan6.com pada 03 Jun 2019, 19:47 WIB
Ma'ruf Amin Hadiri Agenda Rapat Rutin MUI

Liputan6.com, Jakarta - Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin berharap, kemenangannya dari hasil rekapitulasi suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa berjalan lancar sampai ditetapkan nanti. Dia menilai saat ini kemenangannya bersama capres petahana Joko Widodo belum resmi.

"Bersyukur juga karena menurut real count KPU Pak Jokowi dengan saya sebagai pemenang pilpres. Menangnya masih digantung, mualah, ada kawin gantung, belum boleh kumpul. Sekarang menang digantung masih menunggu keputusan MK. Mudah-mudahan tidak ada halangan," kata Ma'ruf Amin di kediaman Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

Ma'ruf Amin  juga bersyukur pesta demokrasi kali ini selesai dengan aman dan damai. Walaupun ada sedikit gangguan, Ma'ru  yakin tidak akan merusak tatanan kehidupan Indonesia.

"Kita bersyukur pilpres pileg sudah selesai dengan aman dan tenteram. Ada sedikit gangguan insyaallah itu tidak akan merusak tatanan kehidupan bangsa kita," ungkap Ma'ruf Amin.

 

 

2 of 3

OSO Ucapkan Selamat

Yusril Temui OSO Bahas Putusan MK Terkait DPD
Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Yusril Ihza Mahendra memberi keterangan saat pertemuan di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa (26/7). Yusril menyatakan anggota DPD yang juga fungsionaris partai tetap bisa mencalonkan diri. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang memberikan mengucapkan selamat kepada Ma'ruf Amin karena atas kemenangan menjadi pemenang Pilpres 2019, berdasarkan hasil rekapitulasi suara di KPU. Dia berharap dikepemimpinan nanti, Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dapat menjalankan amanah dengan baik.

"Selamat atas terpilihnya pak Kiyai sebagai wapres terpilih 2019-2024 dan saya yakin ini berjalan dengan baik dan harus berjalan dengan baik," kata OSO saat menyampaikan pesan dih adapan Ma'ruf Amin.

"Karena bangsa kita bangsa yang bermartabat. Tidak harus melanggar undang-undang. Kalau di luar UU itu artinya makar," kata OSO.

OSO juga menceritakan sebetulnya sudah lama mengundang Jokowi-Ma'ruf Amin untuk berbuka puasa. Tetapi satu dan lain hal Ma'ruf dan Jokowi tidak bisa bersamaan hadir di kediamaannya. 

"Pak Presiden 4 tahun selalu hadiri buka puasa bersama di sini dan tahun kelima nanti itu kita harapkan Pak Kiai ada. Tapi karena kemarin dibooking, jadi hari ini kami mengundang kembali," ungkap dia.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓