Pesan Ma'ruf Amin untuk Aksi 22 Mei Mendatang

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 18 Mei 2019, 07:21 WIB
Ma'ruf Amin Hadiri Agenda Rapat Rutin MUI

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin berharap tak ada gerakan pada 22 Mei 2019. Dia berharap semua pihak dapat menerima apapun hasil Pemilu 2019 dengan lapang dada.

Hal ini disampaikannya saat berbuka bersama dengan jajaran elit Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, di Posko Cemara, Jakarta.

"Negara Indonesia ini adalah negara kesepakatan, didirikan oleh para Bapak Bangsa dengan kesepakatan yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya ialah Pemilihan Umum. Itu juga merupakan kesepakatan, dimana hasilnya apapun itu harus diterima dengan lapang dada," kata Ma'ruf, Jumat (17/5/2019).

Dia menegaskan, dengan menerima kesepakatan tersebut, semuanya bisa berjalan dengan baik.

"Insya Allah semuanya akan menjadi baik. Sebaliknya jika tidak diterima, maka akan menimbulkan disharmoni antar-sesama anak bangsa," ungkap Ma'ruf Amin.

Dia meminta semua pihak agar menahan diri dari semua jenis prasangka. Dirinya berharap agar tidak perlu ada usaha-usaha untuk melawan mekanisme yang telah disepakati oleh undang-undang.

"Mudah-mudahan dengan izin Allah, kita bisa berhasil mewujudkan kembali Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia," pungkasnya.

2 of 2

Dewasa dalam Demokrasi

Sebelumnya, Ma'ruf Amin meminta agar masyarakat dapat dewasa dalam berdemokrasi, khususnya usai kontestasi Pemilu 2019. Siapa pun yang terpilih atau menang dalam Pilpres dan Pileg 2019, seharusnya bisa disikapi dengan bijaksana.

"Soal kalah menang itu artinya itu kita anggap biasa. Karena itu jangan sampai kita kalah terus melakukan people power. Kapan kita dewasa berdemokrasi kalau tidak kita melakukannya dengan kesadaran bahwa sahnya memang tiap lima tahun, sesuai konstitusi, kita harus melakukan pemilihan presiden dan juga legislatif," tutur Ma'ruf Amin di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 12 Mei 2019.

Menurut Ma'ruf, menjaga kedaulatan NKRI lebih utama dibandingkan kepentingan sebuah kelompok atau golongan. Untuk itu, baik para pengusung paslon 01 dan 02 sebaiknya melihat pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban negara.

"Saya kira kita lebih baik melihat bahwa keutuhan negara lebih utama," jelas dia.

Ma'ruf berharap, usai pengumuman capres-cawapres terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei nanti, masyarakat dapat memberikan dukungan sepenuhnya. Bukan malah melakukan hal yang menyalahi konstitusi.

"Jangan kita nodai dengan cara2 yang bisa merusak keutuhan bangsa," Ma'ruf Amin menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓