Erick Thohir: Tidak Mungkin Kami Membuat Kecurangan Masif, Bagaimana Caranya?

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2019, 18:13 WIB
Hari Jadi Satria Muda

Liputan6.com, Jakarta - Capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin hampir dipastikan menjadi pemenang dalam Pilpres 2019. Hal ini dilihat dari hasil hitung cepat atau quick count dan perkembangan perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan selisih suara yang cukup jauh dari paslon 02 Prabowo-Sandi.

Namun, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengaku heran, mengapa pada era sekarang yang semuanya bisa direkam, transparan dan terakses, masih saja pihaknya dituduh curang.

"Lillahi Ta'ala, tidak mungkin kita berbuat baik dengan sesuatu kecurangan. Kita lihat juga data-data yang saat ini dibandingkan dengan 2014, kemenangannya jauh lebih besar," ungkap Erick dalam acara Silaturahmi Relawan Komunitas Pesona Bersatu di Depok, Minggu (5/5/2019).

"Artinya tidak mungkin paslon Jokowi-Amin melakukan kecurangan secara masif sampai belasan juta. Bagaimana caranya? Apalagi di era yang seperti hari ini, semuanya terekam, transparan dan semuanya bisa mengakses," jelas Erick.

Menurut Erick, Pemilu 2019 menoreh sejarah baru, di mana yang datang ke TPS dan menusuk sebanyak 81 persen. Tidak pernah ada dalam sejarah Pemilu Indonesia sebanyak ini partisipasi pemberi suaranya.

"Ini semua jalan Allah dan Insyaallah juga kemenangan ini kita isi dengan hari-hari yang sudah biasa kita lakukan untuk Indonesia," tambah dia.

Meski masih ada tuduhan dari pihak sebelah, Erick mengingatkan semua untuk tetap harus merangkul saudara-saudara yang berada di pasangan 02 untuk bersama menikmati dan memajukan Indonesia.

"Karena ingat, pemilu lima tahun sekali, tapi kembali lagi ke poin yang tadi, masak 100 tahun Indonesia merdeka kita tidak mau nikmati sama-sama," tutur Erick.

 

2 of 3

Pak Jokowi Milik Semua

Apresiasi Para Pendukung Jokowi-Amin, TKN KIK Gelar Konser Putih Bersatu
Ketua TKN KIK Jokowi-Amin Erick Thohir saat menggelar Konferensi Pers di Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

Erick juga mengungkapkan, Pak Jokowi itu milik semua, milik bangsa Indonesia.

"Mari kita sama-sama berjuang untuk kebaikan dan Indonesia yang lebih maju. Pak Jokowi itu milik semua. Bukan milik ini, milik itu, milik semua," tegas Erick.

Dia pun mengingatkan ketentraman harus terus dijaga dan jangan sampai terhenti.

"Jangan sampai yang cita-citanya bagus, arahnya sudah bagus, karena perpecahan, karena kepentingan-kepentingan individu, kepentingan kekuasaan, akhirnya negara kita ke arah yang salah dan tidak bisa dinikmati oleh kebanyakan dari kita," tambah TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini. 

  

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓