Sudah Bicara dengan Ketum PAN, Sandiaga Sebut Koalisi Adil Makmur Solid

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 28 Apr 2019, 20:08 WIB
Diperbarui 28 Apr 2019, 20:53 WIB
M Genantan Saputra/Merdeka.com

Liputan6.com, Jakarta - Wacana Partai Amanat Nasional (PAN) keluar dari koalisi Adil Makmur semakin mengemuka, usai adanya pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, yang kemudian dikuatkan oleh salah satu pernyataan kadernya, Bara Hasibuan.

Terkait hal ini, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan, dirinya sudah bicara langsung dengan Zulkifli Hasan. Menurutnya tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

"Waktu saya bicara sama Pak Zul, setelah pertemuan tersebut Pak Zul menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahwa kita sama-sama dengan satu garis," ucap Sandiaga di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Dia menuturkan, koalisi yang dibangun dengan Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat itu masih tetap solid. Karena, lanjutnya, koalisi ini bukan dibentuk hanya atas mencari kekuasaan semata.

"Saya sampaikan bahwa koalisi kita solid, adil, makmur. Karena perjuangan kita ini bukan perjuangan mencari jabatan, jabatan kekuasaan itu milik yang di Atas kok. Kita ini ingin hadirkan Indonesia adil makmur," ungkap Sandiaga.

Meski demikian, soal internal PAN yang bergejolak, dan tidak lagi sepaham dengan visi partai, Sandiaga enggan ikut campur. 

"Itu internal PAN," pungkas Sandiaga.

 

2 of 2

PAN Membantah

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno sendiri sudah membantah partainya bakal mengevaluasi posisi di koalisi Prabowo-Sandiaga. Dia menegaskan, PAN akan tetap menjadi bagian koalisi bersama Gerindra, PKS, Demokrat dan Berkarya.

"Yang bilang akan evaluasi itu siapa? Kita tetap konsisten berada di Koalisi Adil Makmur," kata Eddy.

Dia menuturkan, pertemuan antara Jokowi dan Ketum PAN Zulkifli Hasan di pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku merupakan hal biasa sesama pejabat negara.

"Beliau bertemu dengan Presiden di Istana dalam pelantikan Gubernur Maluku. Pertemuan antara Ketua MPR dan Presiden adalah hal yang biasa, apalagi dalam sebuah acara resmi kenegaraan," jelas Eddy.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengatakan, partainya akan menentukan arah dukungan pasca Pemilu 2019. Hal ini, ia katakan terkait dengan pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang jelas kita kan akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kita lihat nanti ke depannya gimana," kata Bara.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓