Fadli Zon: Prabowo Fokus Awasi Suara, Bertemu Utusan Jokowi Ada Waktunya

Oleh Liputan6.com pada 22 Apr 2019, 14:42 WIB
Diperbarui 22 Apr 2019, 14:42 WIB
Didampingi Sandiaga, Prabowo Kembali Deklarasi Menang Pilpres
Perbesar
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) saat memberi keterangan kepada awak media di Rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4). Prabowo kembali mendeklarasikan menang Pilpres 2019. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku heran dengan upaya kubu Jokowi-Ma'ruf yang ingin menemui Prabowo. Dia mengatakan saat ini pihaknya masih ingin fokus mengawal perolehan suara, hingga KPU mengeluarkan hasil suara resmi.

"Ini kan belum selesai. Kecurangan-kecurangan ini ya ditangani dong. Konsentrasinya gitu. Jadi suara-suara rakyat banyak contohnya," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Fadli membantah bila Prabowo menolak bertemu utusan Jokowi. Namun, menurutnya, Prabowo ingin menghargai proses penghitungan yang masih berlangsung. Selain itu, adanya dugaan kecurangan di berbagai daerah juga menjadi pertimbangan tersebut.

"Kami dalam hitungan menang, dalam laporan menang, dalam tabulasi kita menang. Sudah ribuan contoh dan di medsos berserakan bukti-bukti kecurangan, tapi negara tidak hadir untuk mengamankan," ungkap Wakil Ketua DPR RI itu. 

Menurut Fadli, ada waktu tersendiri untuk bertemu dan melakukan lobi politik. Serta proses lobi dilakukan langsung para calon presiden.

"Jadi lobi-lobi politik yang sepeti itu saya kira ada waktunya," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Jokowi Utus Luhut Pandjaitan

Menko Luhut Bahas Industri Mobil Listrik Nasional Bareng DPR
Perbesar
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberi paparan saat rapat koordinasi membahas pengembangan kendaraan listrik nasional di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/11). Langkah ini sebagai upaya menekan emisi gas buang. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga membenarkan adanya utusan Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto. Menurut Jokowi, hal ini dilakukan demi terciptanya silaturahmi yang baik pasca Pemilu 2019.

"Ya ada," singkat Hashim Djojohadikusumo, Direktur Media dan Komunikasi BPN 02, usai jumpa pers di Media Centre BPN, Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Saat ditegaskan siapa sosok tersebut, Hashim menegaskan dia adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Pak Luhut, Pak Luhut Panjaitan akan ke rumah," jelas Hashim.

 

 

3 dari 4 halaman

Prabowo Belum Putuskan Bertemu

20160401-Kasus-Siyono-Jakarta-Dahnil-Anzar-Simanjuntak-HA
Perbesar
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak . (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Seemntara itu, Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjutak mengatakan Prabowo telah menolak bertemu utusan Jokowi.

Dahnil menjelaskan, Prabowo menolak bertemu bertemu karena ingin fokus mengawal penghitungan suara Pemilu 2019.

"Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tidak memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara. Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1," ungkap Dahnil dalam cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar.

Kabar itu juga dibenarkan oleh Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said. Mantan Menteri ESDM menyebut Prabowo-Sandi saat ini masih fokus bersama pendukung dan relawannya dalam mengawal pemilu.

"Pak Prabowo dan Pak Sandi fokus menjaga moral tim untuk memperjuangkan kemenangan," tegas Sudirman.

 

 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓