Redaksi Liputan 6 SCTV Tidak Pernah Revisi Quick Count, Stop Sebar Hoaks

Oleh Liputan6.com pada 19 Apr 2019, 16:42 WIB
Ilustrasi hoax

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang menampilkan potongan rekaman berita Liputan 6 SCTV dan klaim kemenangan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, beredar di media sosial.

Tayangan tersebut menampilkan presenter berita Liputan 6 SCTV Jati Darma dan infografis exit poll dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi dengan perolehan suara untuk pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf 42,8 persen dan pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 55,4 persen.

Di video tersebut, terdengar suara perempuan yang menyatakan bahwa stasiun televisi sudah menyatakan Prabowo-Sandi yang memenangkan Pilpres 2019.

"Tuh jelas ya, Prabowo-Sandi ya. Tuh televisi sudah menyiarkan siapa pemenangnya. Prabowo-Sandi. Nih hasilnya, real. Ini murni ya. Sudah berani televisi. Udah berani kebenarannya, kenyataannya. Ini baru nih. Jangan bangga hei, kecebong kecebong yang udah merasa menang." demikian suara dalam tayangan video.

Pihak Redaksi Liputan 6 SCTV pun mengklarifikasi video yang menampilkan tayangan berita tersebut. Redaksi menyatakan, berita Liputan 6 SCTV edisi Kamis 18 April 2019 itu dipotong sehingga tidak utuh kontennya.

Redaksi Liputan 6 SCTV menyatakan, tidak pernah memberitakan ataupun merevisi info hasil hitung cepat maupun exit poll pilpres pada program Liputan 6 siang SCTV edisi Kamis 18 April 2019.

"Pada tayangan tersebut, redaksi menampilkan beberapa infografis terkait cara kerja hitung cepat dan exit poll. Layar pertama menampilkan metode quick count. Layar kedua, hasil quick count enam lembaga survei terkait pilpres. Kemudian layar ketiga, hasil exit poll Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi," demikian penjelasan Redaksi Liputan 6 SCTV.

Redaksi Liputan6 SCTV juga menyatakan, tayangan berita utuh yang berdurasi 3 menit lebih tersebut, kemudian direkam hanya bagian exit poll versi BPN oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan disebarkan untuk maksud tertentu. Potongan video tersebut disalahgunakan, seolah-olah Liputan 6 merevisi hasil quick count sejumlah lembaga survei, yang menyatakan keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami tegaskan, semua foto dan potongan video yang diambil dari berita tersebut, yang kemudian beredar di media sosial adalah hoaks alias berita palsu. Kami serukan untuk stop membuat dan menyebar hoaks karena para pelakunya bisa diancam hukuman pidana."

 

Bantahan Redaksi Liputan 6 SCTV bisa disaksikan di sini.

 

2 of 2

Versi Utuh

Sementara itu, dalam versi utuhnya, Kamis 18 April 2019, presenter SCTV Jati Darma tengah menjelaskan mengenai ramainya perbincangan mengenai hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Kemudian, adanya perbedaan dengan survei yang dilakukan internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Berita Liputan 6 SCTV kemudian menampilkan grafis mengenai 6 lembaga survei yang merilis hasil hitung cepatnya.

Lembaga survei SMCR dengan data masuk 97 persen menyatakan, pasangan 01: 54,52 persen, pasangan 02: 45,48 persen.

Lembaga Indo Barometer dengan suara masuk 99,67 persen menyatakan pasangan 01: 54,32 persen, pasangan 02: 45,68 persen.

Lembaga CSIS dan Cyrus Network dengan data masuk 98,15 persen menyatakan pasangan 01: 55,59 persen, pasangan 02: 44,41 persen.

Libtang Kompas dengan data masuk 97 persen menyatakan, pasangan 01: 54,52 persen, pasangan 02: 45,48 persen.

Kemudian Charta Politika dengan data masuk 98,6 persen menyatakan, pasangan 01: 54,32 persen, pasangan 02: 45,68 persen.

Lembaga Poltracking dengan data masuk 99,3 persen menyatakan, pasangan 01: 54,87 persen, pasangan 02: 45,13 persen.

Tayangan kemudian menampilkan Exit Poll Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Dalam perhitungan BPN, Jokowi-Ma'ruf mendapat 42,8 persen dan pasangan Prabowo-Sandiaga 55,4 persen.

Lanjutkan Membaca ↓