Jokowi Menang Pilpres Versi Quick Count, Bima Arya: Prabowo Game Over

Oleh Achmad Sudarno pada 18 Apr 2019, 12:41 WIB
Unggul Versi Hitung Cepat, Ini Tanggapan Jokowi - Ma'ruf

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto telah memprediksi pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf akan menang dalam Pemilu 2019.

"Saya punya hitungan, saya pernah menjadi pengamat dan peneliti," ujar Bima, Rabu (17/4/2019).

Salah satu yang membuat suara Jokowi-Ma'ruf Amin unggul, karena kecenderungan petahana sering turun menyapa masyarakat.

"Dan itu saya punya pengalaman di Bogor. Tapi situasi di Bogor beda dengan nasional karena di Bogor ada empat calon. Saya digrogoti tiga pasangan lainnya," kata Bima.

Selain itu, tren dari sejumlah lembaga survei, hasilnya menunjukkan yang sama. Suara Jokowi-Ma'ruf unggul dengan margin 5-10 persen.

"Pertama saya pantau terus dari kemarinKedua saya pantau exit post dari sejumlah lembaga survei. Hasilnya mengarah ke yang sama dan mengkonfirmasi dengan prediksi saya," terang dia.

Menurutnya, metode yang digunakan sejumlah survei dinilainya sangat valid. Karena cenderung menggunakan metode exit poll namun tanpa menghilangkan metode quick count.

Metode ini pula sudah dilakukan beberapa kali pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya dan hasilnya jarang meleset.

"Metodenya sama, misalnya 30 ribu TPS di Indonesia tapi diambilnya bukan dari perhitungan melainkan orang yang keluar TPS dan diwawancarai. Biasanya exit polls jarang meleset," ucap

Dengan hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf dianggapnya sudah mewakili. Atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Bima menyebut Prabowo tamat.

"Game over itu untuk Prabowo," ucap politisi PAN.

2 of 3

Dukung Jokowi-Amin

Bima Arya menjatuhkan pilihannya mendukung Jokowi-Ma'ruf, meskipun partainya mengusung calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Dia secara terang-terangan menyatakan dukungannya disebuah acara bertajuk "Berani Bersuara Untuk Indonesia" sekaligus menyatakan dukungannya terhadap pasangan nomor urut 01 pada 12 April 2019.

Pada saat acara itu, Bima masih sebagai rakyat biasa, karena belum dilantik sebagai Wali Kota Bogor terpilih periode 2019-2024. 

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓