Jokowi Umrah saat Masa Tenang Kampanye, Ma'ruf Amin Kumpul Keluarga

Oleh Lizsa Egeham pada 14 Apr 2019, 06:53 WIB
Awali Debat Kelima Pilpres 2019, Prabowo Beri Hormat Kepada Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi memanfaafkan masa tenang kampanye Pilpres 2019 dengan menunaikan ibadah umrah. Jokowi langsung berangkat ke tanah suci Makkah, setelah debat kelima Pilpres.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Jokowi hanya tertawa. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan masa tenang tidak boleh digunakan melakukan hal yang aneh-aneh.

"Masa tenang ya tenang dong. Semuanya tenang," ucap Jokowi usai debat di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

Berbeda dari Jokowi, cawapres Ma'ruf Amin akan menggunakan masa tenang ini dengan berkumpul dengan keluarga. Dia ingin lebih banyak beristirahat di rumah bersama keluarga.

"Saya berkumpul dengan keluarga. Kan sudah sekian lama kita muter kayak jarum super, jarum super itu (artinya) jarang di rumah suka pergi, jadi jarum super berapa bulan itu," jelas Ma'ruf di lokasi.

2 of 2

KPU Gelar Doa Bersama

Kehangatan Jokowi - Prabowo Awali Debat Keempat Pilpres 2019
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (dua kiri) berpelukan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (dua kanan) saat mengikuti debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). (Liputan6.com/JohanTallo)

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, akan ada doa bersama usai perhelatan Debat Kelima Pilpres 2019. Hal itu dilakukan sebagai penutup rangkaian kampanye sekaligus menandai masa tenang sebelum hari pencoblosan pada 17 April.

"Untuk debat kelima, KPU merencanakan akan doa bersama dengan semua agama dan aliran kepercayaan pada Tuhan yang maha kuasa," ujar Wahyu usai menjalani rapat evaluasi debat bersama TKN dan BPN di kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Nantinya, doa bersama usai Debat Kelima Pilpres 2019 ini dipimpin oleh tokoh ulama muslim, diikuti para tokoh agama lain.

Momen itu, kata dia, diharapkan menjadi pesan moral sekaligus kontemplasi atau perenungan bagi seluruh masyarakat bahwa masa kampanye telah berakhir dan saatnya memantapkan pilihan.

"Ini sebagai bentuk pesan moral damai sekaligus menandakan berakhirnya waktu kampanye dan memasuki masa tenang. Sehingga seluruh masyarakat dapat mawas diri. Sehingga dapat gunakan hak pilih sebaik-baiknya," tandas Wahyu.

Lanjutkan Membaca ↓