Debat Kelima Pilpres, Sandiaga: Ibu Nurjanah Keluhkan Tokonya Sepi

Oleh Yopi MakdoriAdy AnugrahadiPutu Merta Surya PutraLizsa Egeham pada 13 Apr 2019, 20:36 WIB
Diperbarui 13 Apr 2019, 20:36 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)
Perbesar
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyampaikan visi dan misinya dalam debat pamungkas 2019. Dia pun mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak dirasakan banyak orang.

Sandiaga mencontohkan seorang ibu, bernama Nurjanah, yang mengaku kini tokonya sepi pembeli.

"Ibu Nurjana mengatakan sepi. Mengeluhkan tokonya yang ada di pasar tradisional," kata Sandiaga di arena debat Pilpres, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Karena itu, masih kata dia, ke depan, jika dirinya terpilih pada periode 2019-2024, akan memastikan harga-harga terjangkau. Supaya masyarakat yang mempunyai toko, tidak sepi.

"Kami memastikan harga pokok terjangkau," ungkap Sandiaga.

Dia berkeyakinan, dengan menjaga harga bahan pokok, maka masyarakat tidak terbebani. Karena itu, lanjutnya, Prabowo-Sandiaga harus menang di Pilpres 2019 ini.

"Prabowo-Sandi berkeyakinan, dengan menjaga harga bahan pokok, tak membebani masyarakat," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Debat Pamungkas

Debat kelima Pilpres 2019 akan mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri. Debat pamungkas yang menghadirkan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dihelat di Hotel Sultan, Jakarta.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, akan ada doa bersama usai perhelatan Debat Kelima Pilpres 2019. Hal itu dilakukan sebagai penutup rangkaian kampanye sekaligus menandai masa tenang sebelum hari pencoblosan pada 17 April.

Nantinya, doa bersama usai Debat Kelima Pilpres 2019 ini dipimpin oleh tokoh ulama muslim, diikuti para tokoh agama lain. Momen itu diharapkan menjadi pesan moral sekaligus kontemplasi atau perenungan bagi seluruh masyarakat bahwa masa kampanye telah berakhir dan saatnya memantapkan pilihan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓