TKN: Penghitungan Hasil Pemilu di Luar Negeri Hoaks

Oleh Liputan6.com pada 10 Apr 2019, 16:18 WIB
Arus Baru Muslimah Ikrar Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, meminta masyarakat untuk tidak mempercayai kabar penghitungan suara hasil pemilu di luar negeri.

Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) Pasal 167, pemilu di luar negeri memang diselenggarakan lebih awal (early voting). Meski lebih awal, penghitungan suara dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri, yakni baru direkapitulasi pada 17 April 2019.

"Berita-berita bohong seperti inilah yang terus kami ingatkan agar jangan mudah percaya. Ini rekayasa kelompok tertentu yang ingin membuat suasana gaduh dan memanfaatkan situasi," jelas Erick Thohir di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Erick meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengecek sumber berita sebelum menyebarkan melalui media sosial.

"Menuju pesta demokrasi terbesar dalam sejarah negeri ini, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan juga kebersamaan dalam kegembiraan, sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan berita-berita bohong," ujarnya.

Tetap percaya kepada lembaga penyelenggaran pemilu, baik saat pencoblosan hingga perhitungan, dan hargai hasilnya, tanpa harus ada ancaman apa pun.

"Jangan takut dan merasa terancam, karena TNI dan Polri siap mengamankan dan menjaga pemilu agar berjalan lancar," lanjut Erick.

2 of 3

KPU Benarkan

Pernyataan Erick juga diamini oleh Komisi Pemilu Umum (KPU). Melalui Komisioner KPU, Pramono Tantowi Ubaid, Rabu siang, dinyatakan bahwa penghitungan suara pemilu presiden dan pemilu legislatif di luar negeri belum dilakukan, sehingga belum bisa ditentukan siapa pemenangnya.

"Tidak benar. Karena penghitungan suara untuk pemilu luar negeri di semua KBRI/KJRI baru dilaksanakan pada 17 April. Jadi, kalau ada info soal hasil pemilu di luar negeri sekarang-sekarang ini, maka pasti hoaks," ujarnya.

Ini juga menjawab adanya informasi yang beredar di media sosial, WhatsApp mengenai hasil pemilu di sejumlah negara. "Hal itu sama sekali tidak benar," ujar Pramono Tantowi Ubaid.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓