Ada Jaringan Pesantren, Ma'ruf Amin Optimistis Jokowi Kalahkan Prabowo di Garut

Oleh Liputan6.com pada 04 Apr 2019, 17:17 WIB
Diperbarui 04 Apr 2019, 17:17 WIB
tgb
Perbesar
Kampanye terbuka cawapres Ma'ruf Amin dan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4/2019). (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meyakini suara Jokowi bakal melebihi Prabowo Subianto di Garut, Jawa Barat. Sebab, suara dukungan ulama dan kiai pesantren mengalir deras berbeda dengan Pilpres 2014 lalu.

"Saya kira karena itu kami optimistis, karena gerakan pesantren kampung ini sudah terkoordinasi," kata Ma'ruf di Garut, Kamis (4/4/2019).

Ma'ruf menyatakan, di Jawa Barat dan Garut khususnya terjadi pergeseran suara sejak 2014. Posisi Prabowo terkejar oleh Jokowi. Di Jabar, dia mengklaim sudah unggul tipis. Sementara di Garut dan Priangan Timur dalam posisi seimbang.

Ma'ruf memiliki target suara 60 persen untuk di Garut. "Yang dulu kalah sekarang harus menang, termasuk di Garut, menang lah minimal 60 persen," kata Ketum nonkatif MUI itu.

 

2 dari 3 halaman

Perolehan 2014

Pada 2014, Jokowi bersama Jusuf Kalla mengalami kekalahan di Jawa Barat. Khusus di Garut, Jokowi mendapatkan suara 29,9 persen, sementara Prabowo 70,1 persen. Prabowo menguasai suara di 42 kecamatan.

Ma'ruf sangat optimistis Jokowi bisa melampaui perolehan suara di Jabar. Sebab, selisih sekitar 20 persen pada 2014 bisa terkejar.

"Jadi itu (pilpres 2014) jaraknya 20 persen, sekarang sama bahkan atas walaupun hanya satu atau dua persen. Tapi masih ada beberapa waktu untuk menggenjot lagi," tutur Ma'ruf Amin.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓