Survei Indikator Politik: Mayoritas Pemilih Yakin Pemilu 2019 Berlangsung Jurdil

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2019, 16:19 WIB
Diperbarui 03 Apr 2019, 16:19 WIB
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil elektabilitas pasangan capres-cawapres jelang Pemilu 17 April 2019. (Merdeka.com)
Perbesar
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil elektabilitas pasangan capres-cawapres jelang Pemilu 17 April 2019. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil riset tentang partisipasi tentang netralitas penyelenggara Pemilu Serentak 2019. Hasil survei itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin mengatakan berdasarkan hasil survei, sekitar 20 persen masyarakat sangat yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU) mampu menyelenggarakan Pilpres 2019 secara jujur dan adil (jurdil). Sedangkan 64 persen cukup yakin dan 12 persen tidak yakin.

Survei ini dilakukan pada 22 Maret hingga 29 Maret 2019 dengan melibatkan 1220 responden sebagai sampel penelitian. Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"12 persen belum yakin itu bukan angka yang kecil. Jangan pernah main-main soal angka 12 persen ini," kata Burhanuddin di Kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Sedangkan untuk penyelenggaraan pemilu keseluruhan, 63 persen masyarakat cukup yakin bisa Pemilu Serentak berjalan jujur dan adil. Sementara 12 persen lainnya mengaku tidak. 

Selain itu, ada 19 persen masyarakat sangat yakin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa mengawasi pemilu secara jujur dan adil.

Sedangkan 64 persen lainnya mengaku cukup yakin dan 11 persennya menyatakan kurang yakin.

"Terkait kepercayaan masyarakat dengan isu KPU tidak netral, hanya ada 15 persen yang percaya, 67 persen tidak percaya dan 17 persen tidak tahu," ucap Burhanuddin.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓