TKN Jokowi Singgung Prabowo Ingin Gunakan Teknologi Lama

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 30 Mar 2019, 22:23 WIB
Diperbarui 01 Apr 2019, 11:14 WIB
Kehangatan Jokowi - Prabowo Awali Debat Keempat Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menyinggung akan tetap menggunakan teknologi lama, ketimbang kekayaan Indonesia harus keluar dari Indonesia.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, justru menyindir apa yang disampaikan oleh Prabowo. Menurutnya, mantan Danjen Kopassus itu terus mengeluarkan restorasi lama dan dinilai usang.

"Pernyataan Pak Prabowo lebih baik pakai teknologi lama daripada kekayaan lari ke luar negeri adalah retorika usang, terkesan keputusasaan, bahkan rasa frustasi. Sementara Pak Jokowi lebih memilih berjibaku dengan berbagai persoalan bangsa dan hasilnya adalah prestasi kerja," ucap Hasto di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Dia menuturkan, menghadapi perbedaan gagasan itu, Prabowo cenderung menampilkan berbagai pernyataan bahasa asing seolah penguasaan bahasa adalah segala-galanya.

"Lagi-lagi Pak Prabowo lupa bahwa urusan bahasa Inggris, beliau masih kalah dengan Cinta Laura," ungkap Hasto.

Menurut dia, semuanya akan diserahkan ke publik. Bagaimana menilai semuanya ini.

"Pada akhirnya publik akan melihat, mana pemimpin yang percaya pentingnya penguasaan teknologi demi kemajuan negeri, dan mana yang terjebak pada masa lalu dan gagal adaptif terhadap kemajuan teknologi," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Teknologi Lama

Calon presiden Jokowi dan Prabowo Subianto kembali beradu gagasan dalam debat keempat Pilpres 2019. Dalam pemaparannya, Prabowo mengungkap banyaknnya kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

"Yang harus kita utamakan adalah tujuan dari pemerintahan itu sendiri, teknologi bisa, tapi kalau tujuan pemerintah tidak jelas maka terjadilah kerugian suata negara. Masalah bangsa kita adalah kekayaan kita tidak tinggal di negera kita," ungkap Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Menurutnya, kalau tidak ada political will dari pemerintah untuk mengubah arah ekonomi, maka Indonesia akan tetap merugi.

"Kita boleh punya kartu banyak sekali seolah modern, indah, efisien, cepet, untuk apa? Kalau kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Saya memilih pakai teknologi lama tapi kekayaan Indonesia  tidak keluar dari negeri kita," ujar Prabowo.

Lanjutkan Membaca ↓