TKN: Jokowi Muncul dengan Kejutan Dilan

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 30 Mar 2019, 21:27 WIB
Diperbarui 01 Apr 2019, 20:13 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Dalam debat capres, hari ini, calon presiden 01 Joko Widodo atau Jokowi untuk mengedepankan tata kelola pemerintahan akan kedepankan sistem digital. Dia pun menyingkatnya dengan Dilan atau digital melayani.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, calonnya selalu terdepan dalam membuat kejutan.

"Pak Jokowi selalu terdepan dengan kejutan diksi penuh arti, Dilan. Ditampilkan sebagai kredo kemajuan tata pemerintahan yang akan dilakukan. Dilan hadir sebagai gagasan realistis, kedepankan modernitas berbasis teknologi digital dan penuh optimisme," ucap Hasto di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Sebaliknya, masih kata dia, untuk Prabowo, selalu berkutat pada persoalan korupsi stadium 4. "Namun tanpa ketegasan di dalam menindak 6 caleg koruptor Gerindra. Tidak satunya kata dan perbuatan, meruntuhkan seluruh gagasan Pak Prabowo tentang pemerintahan yang bersih," ungkap Hasto.

Dirinya menegaskan, debat kedua pemimpin tidak bisa dilihat dari lantang tidaknya berbicara. Namun, dari gagasan otentik pemimpin.

"Gagasan Prabowo menciptakan pemerintahan yang kuat dan bersih langsung tereliminasi karena ketidakmampuan mendorong Gerindra terdepan dalam memberantas korupsi. Sementara pendekatan pertahanan hanya dari aspek memperbesar anggaran bukanlah solusi," jelas Hasto.

Karenanya, lanjut Sekjen PDIP ini, debat keempat ini menampilkan perbedaan karakter Jokowi yang visioner, berfokus pada SDM, dan bertumpu pada kemajuan teknologi, sementara Prabowo tampil biasa.

"Hal yang menggembirakan, bahwa ideologi bangsa Pancasila diyakini sebagai pemersatu dan kesepakatan bersama, dan tidak ada satu kekuatan manapun yang bisa menggantinya," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Soal Dilan

Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi dalam visi misinya pada debat keempat Pilpres 2019 mengungkap, Pancasila merupakan kesepakatan pendiri dan tokoh bangsa dari berbagai ragam suku dan budaya. Untuk itu, Pancasila harus tetap dijaga bersama.

"Untuk itu, menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara," ujar Jokowi dalam debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Terkait dengan pemerintahan, Jokowi menjelaskan akan menerapkan sistem digital. Hal itu diperlukan dalam reformasi pelayanan publik.

"Pemerintahan ke depan, diperlukan pemerintahan 'Dilan', digital melayani. Diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik," ujar Jokowi.

Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan penajaman dan penyederhanaann kelembagaan. "Diperlukan SDM aparatur kita dalam reformasi tata kelola," kata dia.

Terkait dengan pertahanan, Jokowi menilai peningkatan kualitas SDM, pengembangan SDM TNI mutlak diperlukan. Terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

"Ke depan perang teknologi. Pembangunan alutsista sangat diperlukan. Kalau belum mampu, kita join produk dengan negara lain," jelas Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓