BPN: Prabowo-Sandi Siap Hadapi Kampanye Terbuka

Oleh Liputan6.com pada 24 Mar 2019, 07:00 WIB
Aliansi Pengusaha Nasional Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya sudah siap untuk menghadapi kampanye terbuka yang akan dimulai pada Minggu, 24 Maret 2019. 

"Kita sudah menghadapi masa kampanye terbuka. Calon kita akan menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi dan akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat," kata Eddy di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019). 

"Jadi beberapa hal inilah yang sekarang akan bahas. Ditambah lagi nanti akan ada pembacaan doa bersama untuk menghadapi kampanye terbuka yang akan dimulai pada besok sampai 13," sambungnya.

Eddy juga mengaku bahwa pihaknya kini sudah mendapatkan arahan dari capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiga Salahuddin Uno. Arahan yang diberikan seperti menjangkau masyarakat dengan cara datangi pintu perpintu.

"Secara khusus sudah ada. Mungkin yang bisa saya sampaikan bahwa, satu sejauh mungkin kita harus menjangkau masyarakat. Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan door to door. Kita sapa masyarakat itulah yang paling penting kita lakukan, itu dari hal yang apa yang kita lakukan," jelasnya.

"Tapi ada juga arahan tentang apa yang tidak kita lakukan, satu tidak melanggar aturan kampanye ketentuan pemilu tidak menyampaikan berita yang tidak sejalan dengan apa yang telah kita sepakati di dalam BPN," ujar Eddy. 

 

2 of 3

Tugas Berat Juru Kampanye Nasional

Dia pun mengungkapkan, untuk turun ke masyarakat nantinya akan dilakukan oleh setiap Juru Kampanye Nasional. Oleh karena itu, tugas berat nanti akan berada di pundak para Juru Kampanye Nasional yang memang mengemban misi yang besar.

"Tapi, kami percaya bahwa arahan dari BPN sudah sangat jelas. Apa yang kita sampaikan di sektor dan bidang ekonomi sudah jelas ya yang tidak perlu kita sampaikan pertama pembicaraan diskusi diskusus yang agitatif yang provokatif itu yang akan kita hindari," ungkap Eddy. 

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓