Dikunjungi Sandi, Warga Banyuwangi Curhat soal Tarif Listrik hingga Rentenir

Oleh Liputan6.com pada 19 Mar 2019, 16:30 WIB
Diperbarui 20 Mar 2019, 13:16 WIB
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Banyuwangi - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (19/3/2019). Dalam kunjungan itu, Sandi berdialog dengan Nelayan, Pelaku UMKM dan Pelaku kesehatan.

Dalam dialog itu, salah satu nelayan bernama Syamsul Arifin mengeluhkan belitan rentenir lantaran bank tak mau menerima agunan perahu senilai RP 1 miliar.

"Banyak nelayan yang terjebak dengan rentenir," ucap Syamsul.

Sementara, warga bernama Ani Afriasih menginginkan harga listrik turun lantaran membebani masyarakat. Kemudian warga yang bernama Amin mengeluhkan soal impor ikan.

Sandiaga Uno pun menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan yang membelit wong cilik. Menurut Sandi, keluhan tingginya harga listrik, impor, dan soal perizinan, di dengarnya di hampir seluruh titik yang ia kunjungi.

"Kami sudah menyatakan akan menurunkan tarif listrik sehingga terjangkau oleh masyarakat. Soal perizinan dan impor. Kami berkomitmen, setop impor saat panen," tegas Sandiaga Uno.

2 of 3

Rumah Siap Kerja

Sandiaga Uno mengaku sudah banyak tawaran kerja sama dari pengusaha untuk Rumah Siap Kerja yang di gaungkannya. Salah satunya di Kabupaten Banyuwangi.

"Kita lagi melihat beberapa kemungkinan di Banyuwangi, tapi sudah ada tawaran. Karena rumah kerja ini partisipatif-kolaboratif. Kalau ada anggota masyarakat dunia usaha ingin bekerjasama, rumah siap kerja bisa dihadirkan dengan konsep kemitraan," terang Sandi.

Menurut eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, Rumah Siap Kerja merupakan solusi mengatasi sulitnya mendapatkan lapangan kerja, terutama untuk para milenial. Dia menjelaskan, banyak unsur masyarakat dilibatkan dalam Rumah Siap Kerja dengan konsep Public Private People Partnership (4P).

"Rumah Siap Kerja membuka kesempatan bagi seluruh pihak untuk bekerja sama termasuk dari sektor swasta untuk meluaskan sayap Rumah Siap Kerja," paparnya.

Sandiaga menjelaskan, OK OCE dan Rumah Siap kerja merupakan dua program Prabowo Sandi dalam memangkas pemgangguran. OK OCE adalah program penciptaan lapangan kerja yang digagas Sandi untuk menolong mereka yang ingin berwirausaha, serta memberikan keleluasaan bagi mereka yang ingin menentukan masa depan mereka dengan berwirausaha.

Sedangkan Rumah Siap Kerja adalah program dan fasilitas untuk mempermudan anak-anak muda mencari pekerjaan, memberikan bimbingan karir, minat dan bakat serta mempersiapkan mereka menjadi angkatan kerja yang inovatif, kreatif dan Tangguh untuk menghadapi tantangan dunia kerja.

Menurut Sandi, Rumah Siap Kerja akan menurunkan dua juta pengangguran usia muda, karena mayoritas pengangguran itu di usia 15 -24 tahun.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓