Ma'ruf Amin Sebut Dana Abadi dalam Debat, Apa Maksudnya?

Oleh Liputan6.com pada 18 Mar 2019, 20:18 WIB
Diperbarui 20 Mar 2019, 14:14 WIB
Debat Capres Cawapres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menjelaskan dana abadi yang disinggung saat debat cawapres, Minggu 17 Maret 2019. Dana tersebut adalah alokasi khusus oleh pemerintah untuk investasi di bidang kebudayaan, mencakup riset dan juga pendidikan.

"Dana abadi itu dana tetap yang bergulir yang nanti hasilnya dari investasinya itu yang digunakan untuk membiayai kegiatan kebudayaan," jelas Ma'ruf Amin di sela safari politik di Jombang, Jawa Timur, Senin (18/3/2019).

Dia mencontohkan, pemerintah bisa mengalokasikan dana Rp 50 triliun untuk riset. Dana itu bakal terus ditambah agar mendapatkan manfaat.

"Nah dana abadi modalnya terus ditambah, hasilnya digunakan, sehingga ada sifatnya non APBN," lanjut Ma'ruf.

Tujuan pendanaan khusus itu, agar terus terjadi perbaikan berkelanjutan. Misalnya dana abadi pendidikan untuk melakukan reformasi pendidikan.

"Untuk memelihara ini perlu ada upaya di samping konservasi kebudayaan tapi kita menyiapkan dananya selain anggaran ada dana abadi kebudayaan juga," kata Ketum MUI itu.

Dalam debat cawapres, Ma'ruf Amin menjelaskan rencananya untuk pengembangan riset dalam negeri. Dia memiliki gagasan untuk mengkoordinasikan dana riset satu dalam satu jalur lantaran saat ini terpecah-pecah ke berbagai lembaga dan kementerian.

 

2 of 2

Akan Berkembang

Ma'ruf Amin
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyampaikan pendapatnya saat debat cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selain melakukan penggabungan lembaga terkait, mantan Ketua Umum nonaktif MUI ini menjelaskan, pihaknya akan memaksimalkan rencana induk riset nasional. Harapannya riset yang dihasilkan akan lebih efektif.

"Kita sudah sepakat untuk menyediakan dana abadi riset dibanding dana pendidikan, kebudayaan dan dana abadi riset. Supaya itu kami yakin riset kita akan datang akan berhasil memajukan negara ini," ujarnya.

Kemudian, Ma'ruf mengungkapkan, perlu adanya rencana bersama antara pemerintah, akademik dan dunia usaha untuk mempersiapkan 10 years challenge. "Riset akan semakin berkembang menjadi satu riset membangun Indonesia ke depan. Kita persiapkan 10 years challenge," tutupnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by