Jawab Sandiaga soal KTP, Ma'ruf Amin: Itu Belum Cukup Selesaikan Masalah

Oleh Liputan6.com pada 18 Mar 2019, 03:31 WIB
debat cawapres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menjawab pernyataan penutup cawapres 02 Sandiaga Uno, bahwa tidak butuh banyak kartu untuk menyelesaikan masalah. Menurut Ma'ruf, kartu tanda penduduk (KTP), seperti yang dicontohkan Sandiaga, belum bisa merespon semua masalah.

"Saya kira selama ini kartu KTP belum bisa dimainkan untuk respons seluruh masalah," ujar Ma'ruf Amin usai debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3).

Karena itu, kata Ma'ruf, butuh bermacam kartu untuk memudahkan. Namun Ma'ruf juga berkata, kalau masyarakat sudah siap bisa saja tinggal menggunakan handphone.

"Apabila nanti sudah saatnya tidak perlu pakai kartu pakai HP saja. Kalau masyarakat sudah siap budayanya. Kita lihat," ucapnya.

Ma'ruf Amin menambahkan, tiga kartu sakti itu bakal terus disempurnakan. Tujuannya untuk dapat mengakses pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, kartu sembako murah, sampai kartu prakerja.

 

2 of 2

Perlu Perbaikan

Sandiaga Uno Cium Tangan Ma'ruf Amin
Cawapres nomor urut 01 dan nomor urut 02, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno didampingi moderator Putri Ayuningtyas serta Alfito Deannova seusai mengikuti debat cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di sisi lain, Ma'ruf menyebut jaminan kesehatan BPJS memang perlu perbaikan. Dia berkata bakal menyempurnakannya.

"Biasa kalau itu ada sedikit-sedikit harus dilakukan perbaikan. Itu yang saya maksud kita memperbesar menyempurnakan, menambah hal kurang. Tapi secara prinsip ini kerja besar visioner dan inovatif," jelasnya.

Dalam pernyataan penutup debat cawapres, Sandiaga menyinggung kartu sakti Jokowi. Sandiaga mengeluarkan KTP miliknya. Dia menegaskan, pihaknya tak akan membebani anggaran negara dengan membuat bermacam-macam kartu.

"Keluarkan dompet, ambil satu kartu menjadi identitas kita yaitu KTP. KTP ini sudah ada chip canggih. Semua program kami ini cukup satu kartu, yaitu KTP," tutup Sandi.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓