Ma'ruf Amin: Penanganan Stunting Harus Dimulai Sejak di KUA

Oleh Ika Defianti pada 17 Mar 2019, 22:13 WIB
Debat Capres Cawapres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menyatakan, masalah stunting bukan hanya soal kesehatan, tapi juga usia, gizi dan asupan ASI. Itu sebabnya, program sembako untuk pemenuhan ibu hamil diperlukan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan keseharian untuk menghindari stunting.

"Dan lagi yang lebih penting adalah pendidikan, bukan sejak hamil tapi sebelum menikah, sejak di KUA," ujar Ma'ruf di acara debat cawapres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Ma'ruf menyatakan, pemerintah telah berupaya keras mengurangi angka stunting. Empat tahun pemeritahan Jokowi, stunting turun dari 37 persen menjadi 30 persen.

"Ke depan bisa turun hingga 10 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga menyatakan, stunting menjadi masalah bangsa. Itu sebabnya pihaknya menggagas program sodakoh putih untuk membantu para ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan asupan makanan sehat.  

"Ingin program yang partisipatif kolaboratif. Ini bukan hanya soal Prabowo Sandi. Ini soal generasi yang aka hilang jika kekurangan asupan gizi," ungkap Sandiaga.

Debat ketiga Pilpres 2019 digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat kali ini hanya menampilkan calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Pada debat Cawapres ini, tema yang diangkat soal Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan. Tak seperti dua debat sebelumnya, pada debat cawapres ada beberapa perbedaan.

Hal ini memang sengaja dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki kekurangan pada debat-debat sebelumnya. Salah satunya adalah pembentukan Komite Damai yang baru muncul pada debat ketiga Pilpres 2019 nanti.

Selain itu, format debat juga berubah dan jumlah penonton yang hadir berkurang.

 

Eksepsi Ditolak, Sidang Ratna Sarumpaet Berlanjut
2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓