Total Dana Kampanye Prabowo-Sandiaga per Februari Sentuh Rp 134 Miliar

Oleh Liputan6.com pada 27 Feb 2019, 16:31 WIB
Diperbarui 01 Mar 2019, 12:14 WIB
Cawapres Sandiaga Uno saat memaparkan laporan dana kampanye di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengumumkan dana penerimaan dan pengeluaran kampanye Pilpres 2019. Dikutip dari data BPN, per Februari 2019, total dana kampanye Prabowo-Sandi sebesar Rp 134 miliar dan yang telah digunakan sebanyak Rp 116,8 miliar.

Bendahara Umum BPN, Thomas Djiwandono menuturkan, capres Prabowo Subianto menyumbang sebanyak Rp 36,4 miliar dan cawapres Sandiaga Uno sebesar Rp 95,4 miliar.

"Dana kampanye yang kita terima itu total Rp 134 miliar, sumbangan dari Pak Prabowo Rp 36,4 miliar dan dari Pak Sandiaga Rp 95,4 miliar," ujar Thomas saat memaparkan laporan dana kampanye di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Selain itu, ada dana dari pihak perorangan, seperti dari masyarakat hingga komunitas. Menurut dia, sumbangan dana kampanye dari masyarakat dan komunitas tersebut meningkat signifikan pada Februari ini.

"Sumbangan pihak lain perorangan Rp 183.465.800, sementara sumbangan pihak lain kelompok (komunitas) Rp 255.518.910. Angka ini besar sekali peningkatannya dan ini saya rasa sangat terkait dan terkoordinasi dengan kegiatan-kegiatan paslon di lapangan," kata Thomas.

Dia menerangkan, dari Rp 134 miliar dana yang terkumpul, sebanyak Rp 116,8 miliar di antaranya sudah terpakai. Pengeluaran itu digunakan untuk pengeluaran kegiatan operasional Rp 114 miliar dan modal Rp 2,5 miliar.

Cawapres Sandiaga Uno yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam perjuangan Prabowo-Sandi semakin besar. Menurut Sandi, gejala tersebut terlihat di setiap titik kunjungan yang ia datangi.

"Di Sukoharjo, Tegal, Brebes ada seorang anak muda yang memberikan sumbangan dari hasil tabungannya. Belum lagi di Madiun, di Palangkaraya. Sumbangan masyarakat tidak hanya berbentuk uang tapi juga urunan untuk membiayai kegiatan bersama paslon, untuk sewa tenda, sewa panggung sederhana, tentunya semua butuh biaya," kata Sandiaga.

Sandiaga Uno menambahkan, pihaknya juga mengumumkan 10 besar nama penyumbang terbanyak baik dari perorangan atau kelompok sebagai bentuk pertanggubjawaban.

 

2 dari 3 halaman

Daftar Penyumbang

Sumbangan dari Kelompok:

1. PADI PRO PRIBUMI (Hasan Lutfi), Jakarta Rp 200.000.000

2. Relawan Prabowo Sandi Sidoarjo, Jatim Rp 10.635.000

3. Kotak Bulungan Besar, Jakarta Rp 7.235.000

4. Kotak Bulungan Kecil, Jakarta Rp 6.717.000

5. Emak-emak BEIB for PADI Rp 6.000.000

6. Pepes Bali Rp 4.350.000

7. Sumbangan Rakyat Palangkaraya Rp 4.114.000

8. Sumbangan Warga Tangerang Rp 3.705.000

9. Demak Alun-alun Rp 2.300.000

10. Ponpes Roudlotul Chuffadh Wal Gurro', Demak Rp 1.115.000

 

Sumbangan dari Perorangan:

1. Iman Loebis, Jakarta Rp 100.000.000

2. Abdullah Malik (Pemuda PASTI), Karawang Rp 24.900.000

3. Siti Sarwindah, Jakarta Rp 20.000.000

4. Tanpa nama Rp 6.100.000

5. Ibu Nawang Widowati, Jakarta Rp 5.000.000

6. Ibu Yanti, Wonogiri Rp 3.500.000

7. Miftahulloh Rp 2.500.000

8. H Ali Anin Rp 2.000.000; Kasoip Rp 2.000.000; H Ramang, Labuhan Bajo Rp 2.000.000; Suwaryo, Nganjuk Rp 2.000.000

9. Alboy, Bengkulu Rp 1.500.000

10. Harni, Sukoharjo Rp 1.000.000; Sri Sulastri Rp 1.000.000; Tanpa nama Rp 1.000.000; Hudi Rp 1.000.000; drg H Lilik Rp 1.000.000.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓