TKN Akan Laporkan Kampanye Hitam soal Tak Ada Azan Jika Jokowi Menang

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 25 Feb 2019, 20:15 WIB
Diperbarui 27 Feb 2019, 20:13 WIB
Pidato Jokowi di Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju

Liputan6.com, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin akan melaporkan ke Bawaslu video kampanye hitam yang ditujukan kepada Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pada video itu, ada dua ibu yang menyebut jika Jokowi-Ma'ruf Amin menang, maka tidak ada lagi suara azan dan pernikahan sejenis akan diizinkan.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan kampanye hitam seperti itu.

"Ya hati-hati, paling enggak dengan tindakan (pelaporan) seperti ini dan ditangkapnya orang tersebut, semua orang sadar bahwa ini berbahaya. Jadi nggak fair, nggak bersih gitu," tutur Arya di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Jokowi sudah 5 tahun berkuasa di Indonesia dan tidak pernah ada pernikahan sejenis diperbolehkan.

"Itu kan sudah jelas kampanye gelap ya," lanjutnya.

Arya pun menyayangkan sikap dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menilai, BPN tidak memiliki sikap pasti akan hal ini.

"Satu mengatakan bahwa itu bukan kami (BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno), yang satu mengatakan ya nggak apa-apa dong, itu bukan kampanye gelap. Nah yang benar yang mana?" tukas Arya.

Arya berharap, kampanye hitam seperti ini juga tidak dengan sengaja secara sistematis dibuat oleh kelompok tertentu.

"Jangan sampai itu sistematis dibuat, artinya digarap betul-betul gerakan door to door untuk meyakinkan pemilih bahwa apa yang disampaikan itu terstruktur. Janganlah," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Cari Bukti

Arya memastikan, TKN akan melaporkan hal ini kepada Bawaslu. Sebab, kampanye yang adil, bersih, dan beradab harus tetap dijaga agar masyarakat tidak termakan berita hoaks.

"Kita lagi cari bukti terus. Kan itu laporan dari masyarakat juga mengenai siapa sih bikin video itu. Kan dapetnya dari netizen juga," ujarnya.

Arya mengatakan, hal ini harus segera ditindak karena bisa saja ada masyarakat yang terpengaruh oleh kampanye hitam.

"Bisa aja ada yang percaya gitu. Pak Jokowi dikatakan PKI aja banyak yang percaya gitu. Harga-harga naik, padahal harga inflasinya terjaga. Itu aja percaya," tandasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓