Prabowo Pamerkan Puluhan Pakarnya untuk Benahi Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 16 Feb 2019, 10:30 WIB
Diperbarui 17 Feb 2019, 20:13 WIB
Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar Pidato Kebangsaan kedua bertema Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 15 Februari 2019 malam.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo memamerkan puluhan pakar dan ahli yang terdiri dari enam pakar ekonomi, empat pakar infrastruktur, 12 pakar energi dan pangan, serta 7 pakar SDA dan lingkungan hidup.

Pada bidang ekonomi, Prabowo didukung oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Drajad Wibowo, Ichsanuddin Noorsy, Alex Yahya, Hariyadin Mahardika, Muhammad Tri Andika, Direktur IKS UKRI Sugiono, dan Dirgayuza Setiawan.

Kemudian, di bidang infrastruktur, ada mantan staf khusus Kementerian PU, Suhendra Ratu Prawiranegara, Anggota Komisi V DPR RI Putra Jaya Husin, Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dan pakar perumahan Marco Kusuma.

Selanjutnya pakar energi dan pangan, ada Chief Scientist Arsari Enviro Industri Willie Smith, mantan Menteri ESDM Sudirman Said, mantan staf khusus Menteri ESDM Said Didu, Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika, pakar pangan Laode Kamaluddin, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, dan mantan Dirjen Menteri Pertanian D Endang Thohari.

Kemudian di bidang energi dan lingkungan hidup, ada pakar konservasi kehutanan Achmad Aditya, penggiat energi terbarukan, Aria Witoelar, dan ahli hukum lingkungan Irvan Pulungan.

Oleh karena itu, Prabowo optimistis mampu mengembalikan kekayaan Indonesia dan mengatasi masalah negara. Prabowo optimistis dengan pemerintahan yang kuat, tegas dan bebas korupsi maka Indonesia akan kembali merebut kejayaan.

"(Puluhan pakar) ini adalah tim yang membantu kami, tim dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang membantu merancang solusi untuk pesoalan bangsa yang akan kita atasi. Tapi tentunya tidak semua di atas, ada juga yang tidak hadir," kata Prabowo.

 

2 of 3

Cari Solusi

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengibaratkan negara adalah sebuah tubuh atau body politik. Prabowo meminta agar elite pemerintah mengakui jika kondisi negara tengah sakit atau terpuruk dan segera mencari solusi.

"Jadi kalau negara dalam keadaan sulit, para pemimpin, para cendekiawan harus berani untuk meneliti keadaan sendiri. Harus berani melihat realita kalau ada masalah, kalau ada kekurangan, kalau ada penyakit, harus berani untuk mengatakan ini masalahnya, ini kekurangannya. Ini penyakit kita," imbuh Prabowo.

Prabowo menegaskan, bahwa pemimpin harus bisa merawat, membina, memelihara dan memupuk sebuah negara. Jika mengalami kerusakan maka harus berkonsultasi dengan para pakar dan ahli agar negara bisa selamat. Prabowo tak ingin negara terpuruk lebih jauh.

"Berani untuk meneliti keadaan sendiri, harus berani melihat realita. Kalau ada masalah, kalau ada kekurangan, kalau ada penyakit harus berani untuk mengatakan ini masalahnya, ini kekurangannya," tegas Prabowo.

Prabowo kembali menegasan bahwa kekayaan Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun berada di luar negeri.  Prabowo memastikan ucapannya berdasarkan bukti dan fakta.

"Saya sebut inti masalah, inti persoalan bangsa Indonesia adalah mengalir ke luar kekayaan nasional. Ini bisa kita buktikan dan pemerintah yang sekarang berkuasa sendiri mengakui lebih banyak uang milik orang Indonesia di luar Indonesia daripada di dalam Indonesia," ucap dia.

Prabowo minta tidak ada pihak yang tersinggung dan marah dengan ucapannya. Dia ingin masalah di negara menjadi bahan introspeksi dan mencarikan solusi. Dia pun berjanji siap mengembalikan kekayaan Indonesia jika dipercaya memimpin pada periode 2019-2024.

"Pakar-pakar ini yang meyakinkan saya Indonesia mampu, Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri. Profesi saya dulu adalah tentara, serdadu. Tapi saudara-saudara bahwa serdadu, tentara mengerti arti penting dari pada ekonomi. Karena setelah saya pelajari sejarah perang, ternyata hampir semua perang adalah memperebutkan sumber daya ekonomi," paparnya.

"Hampir semua perang karena sumber daya alam dan tadi memperebutkan pangan, lahan pangan, lahan energi dan lahan air," tandas Prabowo.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by