Ibunda Sandiaga: Yang Bilang 'Sandiwara Uno' Harus Minta Maaf

Oleh Liputan6.com pada 12 Feb 2019, 07:45 WIB
Sandiaga Uno

Liputan6.com, Jakarta - Ibunda calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, Mien Uno mengaku jengkel dengan istilah 'Sandiwara Uno' yang dialamatkan kepada putranya. Mien merasa sakit hati dengan fitnah yang dilayangkan kepada Sandiaga. 

"Jadi kalau ada yang mengatakan 'Sandiwara Uno' itu adalah sesuatu yang mungkin dia (Sandi) tidak apa-apa, tapi yang sakit hati itu ibunya," ungkap Mien Uno dalam sebuah diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 11 Februari 2019. 

Perempuan berusia 78 tahun tersebut meminta kepada pihak-pihak yang masih memfitnah Sandi untuk menyampaikan permohonan maaf. Mien mengaku sedih melihat anaknya terus diserang fitnah dan berita bohong. 

"Jadi sekarang kalau ada orang yang mengatakan itu Sandiwara Uno dia harus minta maaf kepada ibunya yang melahirkan dan mendidik mas Sandi dengan segenap tenaga untuk menjadi orang yang baik. Siapa yang mau berhadapan dengan saya sebagai ibunya?. Saya sedih banget sebagai orangtua yang melihat keadaan yang terus menerus dipertentangkan yang sebetulnya itu adalah hal yang tidak benar," tutur asli Rachmini Rachman Uno itu.

 

2 of 2

Puji Sandi

Meski demikian, Mien memuji sikap anaknya itu. Menurut Mien, Sandi tak pernah membalas setiap fitnah atau kabar negatif.

"Nah banyak yang mengatakan Mas Sandi itu kok sabar amat yah? Dikata-katain sama orang dia cuma senyum. Nah, itu ada aturannya sebetulnya yaitu landasannya adalah etika. Etika adalah aturan emas. Landasannya adalah moral," katanya.

Mien mengungkapkan, ia selalu mendidik anaknya dengan benar. Termasuk Sandi, yang selalu ia tekankan untuk menjaga integritas, kejujuran, dan etika menghormati orang lain.

"Mas Sandi itu saya didik memang sesuai dengan aturan dan apa-apa yang saya telah terima pada waktu saya kecil. Orangtua saya kebetulan dua-duanya guru jadi saya mendidik sesuai dengan aturan," ujar Mien Uno. 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓