TKN Jokowi-Maruf: Survei Puskaptis untuk Nyenengin Prabowo

Oleh Liputan6.com pada 30 Jan 2019, 07:18 WIB
Diperbarui 30 Jan 2019, 07:18 WIB
Erick Thohir ditunjuk menjadi ketua timses pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin
Perbesar
Erick Thohir ditunjuk menjadi ketua timses pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin (Liputan6/Putu Merta Suryaputra)

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategi (Puskaptis) mengeluarkan survei elektabilitas pasangan calon presiden. Hasilnya, capres petahana Joko Widodo unggul tipis dengan angka 45,90 persen dibandingkan capres Prabowo Subianto, 41,80 persen.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai survei tersebut hanya untuk menyenangkan Prabowo semata. Pasalnya hasil survei Puskaptis berbeda dari banyak lembaga yang sudah merilis survei lebih dahulu. Di mana rentang selisih bisa mencapai 20 persen, seperti pada survei Indikator Politik Indonesia.

"Jadi tentang hasil survei Puskaptis itu anggap saja untuk nyeneng-nyengin Pak Prabowo saja. Tidak usah dipercaya. Ini menjadi bagian dari penggiringan opini menyesuaikan dengan survei internal paslon 02," kata Ace dalam keterangan pers, Selasa (29/1).

Ace mengungkit rekam jejak Puskaptis pada Pilpres 2014. Lembaga itu pernah membuat Prabowo sujud syukur karena hasil hitung cepat di televisi memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Padahal hitung cepat lembaga lain memenangkan Jokowi-JK dan terbukti dengan rekapitulasi KPU.

"Puskaptis merupakan lembaga survei yang memiliki track record memenangkan Prabowo dalam hitungan cepat Pilpres 2014 yang lalu sehingga membuat Prabowo dan para pendukungnya sujud syukur kemenangan," ungkit politisi Golkar itu.

Menambahkan, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan secara empiris dan epistemologis survei Puskaptis cacat. Selain mengungkit hitung cepat Pilpres 2014, Karding mengatakan rekam jejak lembaga itu terlihat pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

 


Tidak Khawatir

Ekspresi Jokowi - Ma'ruf Amin Saat Mengikuti Debat Perdana
Perbesar
Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat Debat Capres Pilpres 2019 pertama di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). Debat perdana ini mengangkat tema hukum, hak asasi manusia, terorisme, dan korupsi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Saat Pilkada Jakarta 2012 Puskaptis menyebut Jokowi-Ahok tidak akan bisa mengalahkan petahanan Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, tapi nyatanya yang dilantik di DPRD menjadi gubernur dan wakil gubernur adalah Jokowi-Ahok. Pada 2012 Puskaptis juga pernah membuat lelucon dengan menyatakan Hatta Rajasa adalah cawapres ideal padahal pilpres masih dua tahun lagi," papar Ketua DPP PKB itu.

Karding yakin berdasarkan survei lembaga yang terpercaya, seperti Litbang Kompas dan LSI, elektabilitas Jokowi di atas 50 persen melawan Prabowo di angka 30 persenan

"Kami tidak merasa khawatir apalagi takut dengan hasil survei Puskaptis. Karena sejujurnya kami tidak peduli dengan mereka. Jadi biarkan saja mereka menebarkan berbagai macam klaim. Kita tertawakan saja sebagai lelucon di tahun politik. Namanya juga orang cari makan," kata dia.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya