Timses Akui Masih Ada Caleg Parpol Pendukung Belum Kampanyekan Jokowi

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2019, 04:32 WIB
Diperbarui 26 Jan 2019, 05:17 WIB
Partai Golkar

Liputan6.com, Jakarta - Survei Indikator mencatat pemilih dari partai politik di dua kubu capres-cawapres belum solid. Masih ada pemilih yang memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden-cawapres yang berbeda dari arah dukungan parpolnya. Hal ini juga terjadi di kalangan calon anggota legislatif atau caleg.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengakui perlu ada persamaan persepsi di tingkat caleg partai. Sebab masih ada caleg yang takut tak dipilih karena mendukung pasangan calon seperti arahan partai.

"Karena di berbagai titik misalnya ada caleg yang salah paham dan pahamnya salah. Misal dia takut kalau usung Pak Jokowi dia nggak kepilih. Itu cara berpikir terbalik," kata Karding di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2019).

Dia menjelaskan, seharusnya para caleg berpikir harus memaksimalkan potensi pemilih Jokowi yang besar. Cara itu diyakini bakal mendongkrak suara partai yang mereka kampanyekan.

"Cara pikir itu banyak yang nggak mau pahami," kata Karding.

Politikus PKB itu mengatakan kinerja partai mulai digenjot lebih keras jelang kurang lebih tiga bulan pencoblosan. Misalnya, PDI Perjuangan yang melakukan safari kebangsaan.

"Tentu ini prosesnya panjang dan masih ada waktu dua bulan. Ya kita kalau saya liat di bawah mulai ada gregetnya mulai jalan," tandas Karding.

2 of 3

Moderator Debat

Pada bagian lain, Karding berharap dua moderator Debat Capres kedua lebih kreatif supaya membuat jalan debat lebih dinamis. KPU telah menetapkan Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai moderator debat kedua antarcapres.

"Saya berharap moderator debat kedua Tommy Cokro dan Mba Ani, mereka lebih kreatif dan lebih berani ya sehingga debat itu berjalan dinamis," ujar Karding.

Dia meminta jalannya debat lebih positif dan mengalir. Agar masyarakat bisa melihat gagasan pasangan calon lebih utuh melalui perdebatan.

"Jadi jangan terlalu kaku, jadi biarin mereka berdebat karena perdebatan itu kontennnya di situlah masyarakat pengen lihat siapa yang sesungguhnya memiliki gagasan program komitmen dan sebagainya yang baik," kata Karding.

Pihaknya sudah menyiapkan gagasan debat kedua. Karding menyebut betapa pentingnya debat ini demi meraup swing voter.

"Karena kami berpandangan bahwa debat itu momentum yang strategis karena untuk meraih pemilih swing voter dan undecided voter karena itu kami punya keinginan agar disiapkan jauh lebih baik lagi," kata Karding.

Reporter: Ahda Bayhaqi

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by